Kupang, VoxNTT.com – Kapolsek Amarasi Timur, Polres Kupang, Ipda Fransiskus Lanto melanjutkan penyampaian pesan Kamtibmas dari Kapolres Kupang kepada lingkungan sekolah. Pada Rabu, 29 Oktober 2025, ia bersama rombongan mengikuti upacara pagi di SMP Negeri 1 Amarasi Timur, Kecamatan Amarasi Timur.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Desa Oebesi Kornalius Nenoharan, Kepala Desa Pakubaun Bildad Runesi, serta Kepala SMPN 1 Amarasi Timur, Dina I. A. Tnunay.
Dalam kesempatan tersebut, Ipda Fransiskus menyampaikan sejumlah imbauan dan penekanan maklumat Kapolres Kupang terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Pertama, ia menegaskan larangan mengonsumsi minuman beralkohol atau sejenisnya saat kegiatan pesta, acara adat, maupun pertandingan olahraga yang dapat menimbulkan keributan. Kedua, dilarang membawa senjata api atau senjata tajam ke sekolah atau tempat umum lainnya.
Ketiga, ia mengingatkan agar pelajar dan masyarakat tidak terlibat dalam aktivitas judi online maupun bentuk perjudian lainnya seperti sabung ayam, bola guling, kuru-kuru, kartu, dan bingo, serta menjauhi minuman keras. Keempat, ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap tindak pidana perdagangan orang (TPPO) agar tidak mudah terpengaruh bujuk rayu oknum pelaku.
Kapolsek juga meminta pihak sekolah untuk lebih memperhatikan para siswa, baik saat jam belajar maupun di luar jam sekolah, guna mencegah terjadinya tawuran atau tindakan yang dapat merugikan pihak lain.
“Saya juga menindaklanjuti tawuran antar siswa yang terjadi pada hari Selasa, tanggal 18 Oktober 2025, sekitar pukul 13.35 Wita di kompleks SMP N 1 Amarasi Timur dengan menghimbau kepada siswa/siswi agar kejadian tersebut tidak terulang lagi,” kata Ipda Frans kepada VoxNtt.com, Rabu, 19 Oktober.
Ia menambahkan, pihaknya juga mengajak kepala sekolah, guru, serta aparat pemerintah desa setempat untuk bersama-sama menjaga keamanan di desa dan di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Amarasi Timur, Dina I. A. Tnunay, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sekolah dalam menertibkan para siswa.
“Kami berharap agar desa dan sekolah bisa sama-sama mengimbau kepada semua pihak supaya tidak melebar masalah yang terjadi,” ujar Dina.
Menurutnya, sekolah akan terus berbenah agar dapat menjadi lembaga pendidikan yang unggul.
“Berharap agar ke depan dari pihak keamanan bisa memberikan pencerahan terkait dampak hukum dari tawuran antar siswa,” tukasnya.
Penulis: Ronis Natom

