Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Proyek Jalan Simpang Paka–Langgo Diduga Asal Jadi, PPK Sebut Kerusakan Akibat Dibongkar Warga
Regional NTT

Proyek Jalan Simpang Paka–Langgo Diduga Asal Jadi, PPK Sebut Kerusakan Akibat Dibongkar Warga

By Redaksi16 November 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi Lapen di Desa Golo Muntas, Kecamatan Satarmese, yang diprotes warga karena diduga kualitas tidak bagus (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Pekerjaan rehabilitasi dan pemeliharaan periodik Jalan Simpang Paka–Langgo di Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga dikerjakan asal jadi. Pekerjaan lapis penetrasi (lapen) pada ruas jalan tersebut mulai rusak meski baru selesai dikerjakan lima hari lalu.

Kerusakan itu dikeluhkan warga Desa Golo Muntas, Alosius Jenudin. Ia menilai kualitas pekerjaan tidak sesuai standar karena mudah rusak dan bisa dicungkil dengan jari tangan.

“Pekerjaan ini tidak memuaskan bagi saya karena kualitas tidak bagus. Pekerjaan ni tidak sesuai dengan spesifikasi,” kata Alosius kepada VoxNtt.com, Minggu, 16 November 2025.

Ia meminta kontraktor pelaksana memperbaiki kembali pekerjaan tersebut. Proyek bernama paket Rehabilitasi/Pemeliharaan Periodik Jalan Simpang Paka-Lando itu dikerjakan CV Wae Nunang dengan nilai kontrak Rp1.490.006.200.

“Berharap pihak Dinas PUPR Manggarai, untuk segera turun lokasi agar mengecek kondisi lapen tersebut,” desaknya.

Alosius juga mengaku mendapat intimidasi dari pengawas lapangan akibat protesnya. Ia menirukan ucapan pengawas yang menuduhnya melanggar ketentuan.

“Bapak Alosius kau itu melanggar pasal menghalangi pekerjaan, meski demikian pengawas lapangan itu tidak menjelaskan pasal nomor berapa yang dimaksud,” kata Alosius menirukan pengawas tersebut.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai, Citra menyatakan, pekerjaan tersebut sudah diselesaikan.

Ia membantah kerusakan terjadi karena kualitas buruk.

“Masyarakat yang bongkar sudah minta maaf Jumat kemarin dan sudah perbaiki yang rusak,” jawab Citra saat dikonfirmasi VoxNtt.com, Minggu, 16 November 2025.

Citra juga mengklaim bahwa kerusakan bukan disebabkan mutu pekerjaan, melainkan karena adanya pembongkaran oleh warga setempat.

Kontributor: Isno Baco

Dinas PUPR Manggarai Kabupaten Manggarai Manggarai
Previous ArticlePartai Garuda Konsolidasi di NTT, DPP Serahkan SK Pengurus DPC dan PAC
Next Article DPRD Manggarai Minta Dinas PUPR Tindak Tegas Kontraktor Proyek Lapen Jalan Simpang Paka–Langgo

Related Posts

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Pegadaian Bantu Renovasi SD Negeri 1 Reo yang Rusak akibat Gempa

5 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026
Terkini

Desil, Data, dan Keadilan

15 September 2026

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.