Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kompak Indonesia Desak Aparat Usut Dugaan Proyek Bibit Malapari Asal Australia di Lembata
HUKUM DAN KEAMANAN

Kompak Indonesia Desak Aparat Usut Dugaan Proyek Bibit Malapari Asal Australia di Lembata

By Redaksi15 Januari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Kompak Indonesia, Gabriel Goa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (Kompak) Indonesia, Gabriel Goa, mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan bibit malapari asal Australia yang rencananya ditanam di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Gabriel menilai rencana tersebut bertentangan dengan janji Pemerintah Kabupaten Lembata yang sebelumnya menyatakan akan bekerja sama dengan putra daerah serta peneliti Malapari Indonesia untuk membudidayakan Malapari asli Lembata dan menjadikan daerah itu sebagai Pulau Energi Hijau Malapari.

“Faktanya saat ini justru Bupati Lembata diduga kuat telah melakukan kerja sama dengan kaki tangan asing untuk mendatangkan bibit Malapari dari Australia,” kata Gabriel dalam pernyataan tertulisnya, Kamis,15 Januari 2026.

Menurut Gabriel, rencana penanaman bibit Malapari dari Australia di Lembata merupakan bentuk pelecehan terhadap harkat dan martabat putra daerah serta peneliti Malapari Indonesia.

Ia menilai, sebagai anak Lewotana, Bupati Lembata seharusnya mengutamakan potensi dan keahlian anak bangsa.

“Bibit Malapari Australia mau ditanam di Lembata. Sebagai anak Lewotana diduga kuat Bupati Lembata telah melecehkan harkat martabat putra Lembata dan Peneliti Malapari Indonesia,” ujarnya.

Gabriel juga menyoroti peran sejumlah pejabat yang diduga terlibat dalam proyek tersebut.

Ia mempertanyakan integritas oknum pejabat yang dinilai telah merendahkan martabat Indonesia, khususnya masyarakat Lewotana.

“Oknum-oknum pejabat yang melecehkan harkat dan martabat Indonesia khususnya Lewotana patut dipertanyakan integritasnya,” kata dia.

Atas dasar itu, Kompak Indonesia menyatakan terpanggil untuk mengusut dan membongkar dugaan praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme dalam proyek pengadaan bibit Malapari asal Australia.

“Pertama, mendesak Bareskrim Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan proyek pengadaan bibit Malapari asal Australia yang mau ditanam di Lembata,” ujar Gabriel.

Selain itu, Kompak juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dan memproses secara hukum pejabat-pejabat dari tingkat daerah hingga pusat yang diduga terlibat praktik KKN dalam proyek tersebut.

Gabriel menegaskan, desakan tersebut tidak hanya berlaku pada proyek Malapari, tetapi juga proyek-proyek negara lain yang dijalankan di Kabupaten Lembata. [VoN]

Gabriel Goa Kompak Indonesia Lembata
Previous ArticleKuasa Hukum Terdakwa Kasus Kredit Macet Bank NTT Sebut BPR Christa Jaya Turut Bertanggung Jawab
Next Article Deker Ambruk, Akses Jalan Golo Woi–Meda di Manggarai Lumpuh Total

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Polres Manggarai Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dan Kekerasan di Langke Rembong

2 Maret 2026

Kejati NTT Usut Dugaan Korupsi Proyek Insinerator Rp 5,6 Miliar, ASN DLHK Diperiksa

26 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.