Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Sakit Diabetes dan Tanpa Bansos, Mama Kornelia Tetap Berjuang Hidupi Tiga Anak
NTT NEWS

Sakit Diabetes dan Tanpa Bansos, Mama Kornelia Tetap Berjuang Hidupi Tiga Anak

By Redaksi18 Februari 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kornelia Jemanu (55), asal Kampung Bugis, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Foto: Nansi Taris/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT.com – Kornelia Jemanu (55), tinggal bersama dua anaknya di gubuk sederhana di Kampung Bugis, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Sejak sang suami meninggal dunia pada tahun 2022 lalu, Mama Kornelia hidup serba keterbatasan. Bahkan untuk makan sehari-hari saja susah. Mereka bergantung ada bantuan keluarga.

Pada tahun 2022, Mama Kornelia mengalami titik kritis dalam hidup. Suami meninggal di tengah anak masih kuliah. Hidup penuh kekalutan, meskipun anak sulungnya kini bisa selesai sarjana.

Lebih ironi lagi, Mama Kornelia sendiri juga menderita sakit diabetes. Sehingga ia tidak bisa bekerja untuk mendapatkan uang.

Mama Kornelia mengaku, anak sulungnya sudah bekerja di salah satu mini market di Kota Borong. Namun, upahnya tidak cukup memenuhi kebutuhan keluarga. Apalagi dua anaknya masih sekolah. Satu SMP dan satu masih kuliah.

“Yang kuliah ini dapat beasiswa dari kementerian yang ditangani dinas PPO Mangarai Timur. Biar beasiswa, saya tetap kirim dia uang kos karena dia ada kebutuhan lain. Kalau dia minta uang ada saja keluarga yang bantu saya,” tutur Mama Kornelia saat berjumpa dengan media, Selasa, 17 Februari 2026.

Sementara anaknya yang mengenyam pendidikan SMPN 1 Borong, tidak mendapatkan bantuan Prgram Indonesia Pintar (PIP) seperti siswa lainnya.

“Dia tidak menerima Program Indonesia Pintar (PIP). Kemarin dia bilang, tidak ada namanya di daftar nama penerima PIP yang ditempel di papan pengumuman sekolah,” katanya.

Mama Kornelia menyebut, untuk kebutuhan sehari-hari, mereka mengharapkan bantuan keluarga baik yang di Borong maupun dari Kampung Manus Mukun.

Untuk beras, memang pasti dikirim dari kampung sebab mereka ada lahan sawah yang kini digarap saudaranya. Saat beras belum dikirim dari kampung, ia berusaha meminjam di keluarga yang ada di Borong.

Ia masih ingat betul pernah sekali waktu keluarganya kehabisan beras. Saat itu, ia dan anaknya memasak satu bungkus mie instan, dibagi berdua sekadar untuk bertahan hingga malam.

“Waktu itu anak baru pulang sekolah. Kami makan satu bungkus mie. Besoknya, beras dari kampung baru tiba,” cerita dia.

“Itu pengalaman yang paling saya ingat,” sambung dia.

Mama Kornelia tinggal di rumah kecil beratap seng yang mulai berkarat, lantainya semen, dindingnya anyaman bambu serta tidak memiliki meteran listrik sendiri. Sementara waktu, mereka  mengandalkan listrik dari salah satu saudaranya yang kebetulan rumah berdekatan.

Meski status single parent, sakit, dan rumah sederhana, keluarga mama Kornelia luput dari bantuan sosial (Bansos) pemerintah, baik yang reguler maupun non-reguler.

Padahal, kata dia, Ketua RT rutin meminta dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga dan KTP.

“Tidak pernah dapat bantuan. Dari dulu dan sejak suami meninggal juga belum. Padahal ada orang yang ekonomi mampu dapat bantuan,” ungkap dia.

Ia juga mengaku sudah berulang kali datang ke kelurahan, memohon agar namanya dimasukkan dalam data penerima bantuan sosial. Namun, hingga kini, belum ada bantuan yang datang.

“Saya sebenarnya mau ke Dinas Sosial mau tanya apa saja persyaratannya mau dapat bantuan  PKH dan lain-lain itu. Tapi tunggu agak sehat,” katanya.

Di Kelurahan, ia sudah menanyakan prihal persyaratan untuk mendapatkan bantuan sosial. Namun, tak ada jawaban pasti.

Ia juga tidak menuntut prihal Bansos itu. Namun, ia meminta keadilan. Sebab, ada warga yang ekonominya cukup, tetapi terima bantuan sosial pemerintah.

“Kalau pemerintah ingat saya, pemerintah kasih bantuan, saya terima. Kalau tidak juga, tidak apa-apa,” imbuh dia pasrah.

Ia menambahkan, pernah pegawai dari PLN mendatangi rumah mereka beberapa tahun silam. Kala itu petugas datang meminta KTP dan mengatakan akan mendapatkan bantuan meteran gratis.

“Sampai saat ini tidak muncul itu meteran. Makanya sekarang saya tidak mau kasih lagi KK dan KTP kalau ada pegawai yang datang foto-foto rumah. Habis dengan foto saja, tidak ada tindak lanjut,” keluhnya.

Kontributor: Nansi Taris

Kabupaten Manggarai Timur Kampung Bugis Kecamatan Borong Kelurahan Rana Loba Manggarai Timur Matim
Previous ArticleAhli Hukum Nilai Penetapan Tersangka Komisaris BPR Christa Jaya Terkesan Buru-buru
Next Article Jelang Ramadan: Sengketa Rumah di Nagekeo Picu Pemutusan Listrik dan Air, Warga Terganggu

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026

Jika Kopi Manggarai Bisa Bicara di Meja Hotel Labuan Bajo

10 Agustus 2026

Pendirian Universitas Republik Indonesia- Kemasan Simbol Kekuasaan

10 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.