Labuan Bajo, VoxNTT.com – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo melaksanakan pemeriksaan keimigrasian terhadap kedatangan dua kapal pesiar internasional, MS Riviera dan MS Viking Sky, yang sandar di Labuan Bajo pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kedatangan kedua kapal pesiar tersebut menjadi bagian dari arus kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan destinasi super prioritas, khususnya Pulau Komodo dan Taman Nasional Komodo pada umumnya.
Pemeriksaan keimigrasian dilakukan secara menyeluruh oleh petugas Imigrasi Labuan Bajo dengan fokus pada pengecekan dokumen perjalanan seluruh penumpang dan awak kapal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara intensif dan profesional, tidak ditemukan adanya pelanggaran keimigrasian dari para penumpang kedua kapal pesiar tersebut.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus mengatakan, seluruh proses pemeriksaan berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.
“Kami memastikan seluruh proses pemeriksaan keimigrasian terhadap penumpang dan awak kapal pesiar berjalan lancar, cepat, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Imigrasi berkomitmen memberikan pelayanan prima sekaligus memperkuat pengawasan untuk menjaga keamanan dan mendukung pariwisata Labuan Bajo,” ungkap Charles kepada media.
Kapal pesiar MS Riviera dan MS Viking Sky kata Charles, sama-sama bertolak dari Darwin, Australia, sebelum melanjutkan pelayaran dan singgah di kawasan Labuan Bajo.
Charles menyebut, Kapal MS Riviera membawa sebanyak 1.142 penumpang, dengan 1.136 orang di antaranya turun untuk berwisata di Taman Nasional Komodo.
Sementara itu, MS Viking Sky mengangkut 799 penumpang, dengan 795 orang tercatat turun untuk menikmati destinasi wisata alam yang menjadi ikon Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut.
“Penumpang dari kedua kapal pesiar didominasi oleh wisatawan mancanegara yang berasal dari Inggris, Amerika Serikat, Australia, Kanada, serta sejumlah negara di kawasan Eropa lainnya,” bebernya.
Para wisatawan tersebut memanfaatkan waktu singgah di Labuan Bajo untuk berwisata selama kurang lebih tujuh hingga delapan jam sebelum melanjutkan perjalanan mereka.
Kedatangan kapal pesiar internasional ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah serta memperkuat citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Charles menambahkan, Imigrasi Labuan Bajo pun terus berkomitmen untuk mendukung kelancaran arus kunjungan wisatawan mancanegara melalui pengawasan dan pelayanan keimigrasian yang prima.
Penulis: Sello Jome

