Borong, VoxNTT.com – Video yang menggambarkan seorang warga meninggal dunia saat dirujuk ke puskesmas melalui jalan rusak di Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, viral di media sosial sejak Rabu, 25 Februari 2026.
Video itu pertama kali diunggah melalui akun Facebook @anchyk guanteng di platform Facebook pada hari yang sama.
Dalam unggahannya, pemilik akun menuliskan, “minta maaf ge amang, ini sudah melampaui kemampuan daku. Selamat jalan amang.” (minta maaf om, ini sudah melampaui kemampuan saya. Selamat jalan om).
Ia juga meminta Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, untuk memperhatikan kondisi jalan kabupaten Deno–Lawir.
“Bupati Manggarai Timur yang terhormat tolong lihat jalan ini. Om saya meninggal di jalan karena melewati jalan yang rusak parah ini,” ungkap dia dalam video itu.
Camat Lamba Leda Timur, Rikardus R. Yasman membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Benar kemarin ada pasien yang meninggal saat dirujuk ke puskesmas dari pustu,” jelas Rikardus saat dikonfirmasi, Kamis, 26 Februari 2026 siang.
Ia mengatakan pasien bernama Yosep Ban, warga Desa Arus, meninggal karena sakit. Sebelumnya pasien sempat dirawat di RSUD Ben Mboi Ruteng dan juga menjalani rawat inap di Puskesmas Lawir.
“Kemarin dirujuk lagi karena sudah tidak bisa makan, perut membengkak, tidak BAB, sakit sudah 1 tahyn karena gangguan pernapasan mnurut petugas kesehatan dan meninggal kemarin,” ungkap dia.
Rikardus menjelaskan jalan yang dilalui saat pasien dirujuk merupakan jalan kabupaten yang menghubungkan desa-desa di kecamatan dengan fasilitas umum seperti kantor kecamatan, puskesmas, dan fasilitas keagamaan paroki.
Jalan tersebut sempat diperbaiki tahun lalu dengan rabat beton, bukan lapen, namun kembali rusak diduga akibat cuaca.
“Jaur jalan itu juga sering kami dengan Pemdes sekitar malksanakan perbaikan dengan kerja bakti gotong royong,” imbuh dia.
Ia menyebut lokasi pasien meninggal dunia pada Rabu itu sudah memasuki wilayah Desa Golo Lero, sekitar dua kilometer dari Puskesmas Lawir.
“Jalan ini ada sekitar 3 sampai 4 titik yang rusak parah. Ini lokasi terakhir yang parah mau masuk puskesmas sekitar 2 kilomter,” katanya.
Menurut dia, setiap Musrenbang kecamatan hingga penyusunan RKPD, jalur tersebut selalu menjadi usulan prioritas untuk diperbaiki pemerintah daerah.
Kontributor: Nansi Taris

