Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»GAMKI NTT Tawarkan Kemitraan Strategis Pendidikan Demokrasi kepada KPU
Regional NTT

GAMKI NTT Tawarkan Kemitraan Strategis Pendidikan Demokrasi kepada KPU

By Redaksi26 Februari 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Nusa Tenggara Timur (GAMKI NTT) saat melakukan dialog dengan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 25 Februari 2026 (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Nusa Tenggara Timur (GAMKI NTT) melakukan dialog resmi dengan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 25 Februari 2026.

Pertemuan itu bertujuan menawarkan kemitraan strategis jangka panjang untuk membangun pendidikan dan partisipasi demokrasi berbasis komunitas orang muda.

Pertemuan dihadiri Ketua DPD GAMKI NTT Winston Rondo yang didampingi Ketua Harian Yan Piter Lilo, Sekretaris Amos Lafu, serta Wakil Ketua Daniel Tonu dan Yomi Radja.

Rombongan diterima Ketua KPU NTT Jemris Fointuna bersama jajaran komisioner, di antaranya Baharudin Hamzah, Eliaser Lomi Rihi, dan Pelaksana Tugas Sekretaris KPU NTT.

Dialog berlangsung konstruktif dengan pembahasan peta jalan penguatan demokrasi di Nusa Tenggara Timur, khususnya dalam menjangkau pemilih muda dan kelompok rentan.

Dalam pemaparannya, Winston Rondo menegaskan, GAMKI tidak masuk dalam politik praktis, melainkan menawarkan diri sebagai mitra pendidikan demokrasi.

“Kami ingin memastikan orang muda NTT tidak hanya hadir di TPS, tetapi hadir dengan kesadaran, nilai, dan integritas. Demokrasi harus menjadi gerakan pembelajaran yang hidup di komunitas,” tegas Winston.

Ia menjelaskan GAMKI menyiapkan lima pilar kemitraan strategis sebagai kerangka besar gerakan, yakni Sekolah Demokrasi Orang Muda Gereja (SD-OMG), Relawan Demokrasi Muda Gereja, Digital Democracy Movement, Gereja Ramah Pemilih Disabilitas, serta LAPP GAMKI NTT sebagai lembaga advokasi dan pemantauan pemilu yang independen dan non-partisan.

Winston menambahkan, rancangan kemitraan tersebut akan diformalkan melalui nota kesepahaman (MoU) setelah melalui mekanisme konsultasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Komisioner KPU NTT, Baharudin Hamzah menyambut baik tawaran tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan organisasi kepemudaan berbasis komunitas iman menjadi langkah strategis dalam menyemai masa depan demokrasi.

“Partisipasi tidak lahir hanya di bilik TPS. Ia tumbuh dari kesadaran, dipupuk oleh pendidikan, dan dirawat oleh kolaborasi,” ujarnya.

Menurut Baharudin, anak muda merupakan segmen pemilih terbesar sekaligus calon pemimpin masa depan. Karena itu, pendidikan demokrasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau ruang digital tempat mereka berinteraksi.

Sementara itu, Ketua KPU NTT Jemris Fointuna juga mengapresiasi langkah proaktif GAMKI. Ia menyebut inisiatif tersebut relevan dengan upaya KPU memperluas pendidikan pemilih dan memperkuat kualitas demokrasi.

“Kami menyambut baik kemitraan ini. Harapannya, kolaborasi dapat membantu mempersiapkan pemilih pemula serta memperluas edukasi kepemiluan hingga ke komunitas akar rumput,” kata Jemris.

Ia menambahkan proses kerja sama akan disiapkan secara administratif dan dikonsultasikan sesuai prosedur agar berjalan dalam koridor regulasi nasional.

Dalam dialog tersebut, kedua pihak sepakat bahwa demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari tingkat partisipasi, tetapi juga kualitas kesadaran politik warga. Inklusivitas terhadap penyandang disabilitas, penguatan etika publik, serta literasi digital menjadi perhatian bersama.

Kemitraan ini diharapkan tidak hanya memperkuat penyelenggaraan pemilu, tetapi juga menumbuhkan budaya demokrasi yang bermartabat, partisipatif, dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.

Penulis: Ronis Natom

GAMKI NTT KPU NTT Winston Rondo
Previous ArticleReses di Kuwu, Lexy Armanjaya Dorong Warga Manfaatkan Lahan Kosong untuk Pertanian Produktif
Next Article Video Warga Meninggal saat Dirujuk Lewati Jalan Rusak di Manggarai Timur Viral di Media Sosial

Related Posts

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.