Labuan Bajo, VoxNTT.com – Manggarai Barat memasuki usia ke-23 tahun pada 2026. Di usia yang relatif muda itu, kemajuan pembangunan dinilai cukup pesat, meski masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.
Wakil Ketua DPRD Manggarai Barat, Sewargading S.J Putera memberikan sejumlah catatan kritis bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun daerah tersebut.
“Tentunya ketika Kabupaten Manggarai Barat, yang lahir pada 23 Tahun yang lalu, seluruh masyarakat Manggarai Barat, mempunyai cita-cita luhur yang sama yakni pemekeran Kabupaten Manggarai Barat ini mampu berkontribusi pada upaya percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat Manggarai Barat,” ujar Sewargading saat ditemui VoxNtt.com, Kamis, 26 Februari 2026.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur dasar yang merata hingga pelosok wilayah merupakan salah satu langkah relevan untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Namun hingga kini, pemerintah daerah masih harus bekerja ekstra keras untuk mencapainya.
“Dalam beberapa tahun terakhir memang beberapa dinamika kebijakan nasional dan global turut serta mempengaruhi lambannya pencapaian cita-cita seperti yang disampaikan tersebut di atas,” ungkapnya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu mengakui kebijakan nasional turut berkontribusi terhadap perubahan pembangunan infrastruktur.
Ia juga menilai sejumlah sektor telah merasakan dampak positif dari kebijakan pemerintah pusat dalam membantu pembangunan di Manggarai Barat.
Meski demikian, Sewargading menyoroti adanya kesenjangan pembangunan antara ibu kota kabupaten, yakni Labuan Bajo, dengan wilayah lain di Manggarai Barat.
“Kalau kita lihat khususnya di wilayah Ibu Kota (Labuan Bajo) turut serta juga menyisahkan dampak negatifnya yakni terciptanya kesenjangan pembangunan infrastruktur antar Ibu Kota (Labuan Bajo sekitar) dengan wilayah lain di Manggarai Barat,” bebernya.
Ia mendorong agar ke depan alokasi APBD lebih difokuskan pada pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar di berbagai wilayah yang masih tertinggal.
“DPRD dan juga Pemerintah punya komitmen yang sama dalam hal ini walaupun untuk sementara kita terbentur pada kendala terbatasnya alokasi anggaran,” kata dia.
Sewargading berharap pemerintah daerah dapat memaksimalkan potensi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) guna mendorong kesejahteraan masyarakat, terutama melalui pembangunan infrastruktur dasar yang dapat menggerakkan sektor ekonomi lainnya.
Selain infrastruktur, ia juga menyoroti distribusi sayur dan buah yang masih bergantung dari luar daerah, padahal sebagian besar masyarakat Manggarai Barat bekerja di sektor pertanian.
Kurang lebih tentunya fokus pendampingan oleh pemerintah di sektor ini masih sangat perlu ditingkatkan, intervensi berupa tambahan alokasi anggaran, pendampingan terhadap petani yang melekat, serta edukasi terhadap pemenuhan kebutuhan sayuran, buah buahan, dan kebutuhan lain yang berstandar sesuai kebutuhan pasar hotel menjadi sebuah keharusan.
Penulis: Sello Jome

