Labuan Bajo, VoxNTT.com – Perayaan Misa Minggu Palma menjadi sejarah bagi umat Stasi Lempa, Paroki Orong, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat. Untuk pertama kalinya sejak berdirinya stasi tersebut, umat setempat merayakan Minggu Palma dalam suasana penuh khidmat.
Momen ini menjadi tonggak penting perjalanan iman umat, sekaligus menandai dimulainya rangkaian perayaan Paskah yang sarat makna. Misa dipimpin Pastor Paroki, RD. Vitalis Monte, dan dihadiri umat yang memadati kapela Stasi Lempa.
Sejak awal perayaan, nuansa religius terasa melalui prosesi daun palma. Simbol ini merefleksikan penyambutan Yesus Kristus saat memasuki Yerusalem, yang menjadi awal dari perjalanan menuju misteri sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya.
Ketua panitia perayaan Paskah, Ferdi Okto, bersama Dewan Stasi dan umat, menunjukkan keterlibatan aktif dalam mempersiapkan perayaan tersebut. Berbagai pembenahan dilakukan secara gotong royong, mulai dari penataan kapela hingga kesiapan liturgi.
“Ini bagian dari kesadaran kolektif umat, kami hanya perpanjangan tangan mereka,” ujarnya.
Menurut Ferdi, panitia menjalankan amanah yang diberikan umat. Ia berharap kekurangan dalam perayaan ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk mempersiapkan rangkaian Tri Hari Suci hingga puncak Minggu Paskah dengan lebih baik.
Perayaan semakin semarak dengan iringan paduan suara gabungan dari Pemerintah Desa Gurung serta Komunitas Basis Gerejawi (KBG) Lempa dan Tangis. Harmoni yang ditampilkan tidak hanya memperindah liturgi, tetapi juga memperdalam suasana doa umat.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam perayaan ini menunjukkan bahwa gereja tidak hanya menjadi pusat kehidupan rohani, tetapi juga ruang kebersamaan. Kolaborasi antara umat, panitia, dan pemerintah setempat mencerminkan kuatnya nilai persaudaraan dalam komunitas.
Ferdi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perayaan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat dan para donatur yang telah memberikan sumbangan, baik dalam bentuk barang maupun dana. Semoga perayaan Paskah ini menjadi doa terbaik bagi kita semua,” tutupnya.
Hal senada disampaikan Ketua Dewan Stasi Lempa, Hilarius Tentino. Ia menegaskan bahwa peran Dewan Stasi lebih sebagai pendamping dan pengarah.
“Kami sebagai pengurus Dewan Stasi hanya bertindak sebagai konselor. Selebihnya, panitia dan umatlah yang bergerak,” ungkapnya.
Menurutnya, perayaan Minggu Palma ini bukan sekadar seremoni pembuka, melainkan simbol kebangkitan semangat iman, persatuan, dan pelayanan umat Stasi Lempa.
“Dengan fondasi kebersamaan yang telah terbangun, umat kini melangkah dengan penuh harapan menyongsong perayaan Tri Hari Suci hingga mencapai puncak sukacita Paskah,” tutupnya.
Penulis: Sello Jome

