Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»“Yerusalem Kecil” dari Halaman Polsek Lembor
Regional NTT

“Yerusalem Kecil” dari Halaman Polsek Lembor

By Redaksi29 Maret 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Umat katolik Paroki Santa Familia Wae Nakeng Lembor saat kumpul didepan Mapolsek Lembor Manggarai Barat sebagai titik star perarakan Minggu Palma pada 29 Maret 2026
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Suasana di jantung Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, pada Minggu pagi, 29 Maret 2026, tampak berbeda. Halaman Mapolsek Lembor yang biasanya diisi aktivitas administratif dan operasional keamanan, berubah menjadi titik awal prosesi religius umat Katolik.

Lebih dari 1.000 umat dari Paroki Santa Familia Wae Nakeng memadati lokasi tersebut untuk mengikuti perarakan Minggu Palma. Pemilihan halaman kantor polisi sebagai titik awal prosesi menghadirkan simbol sinergi antara institusi negara dan lembaga keagamaan.

Tepat pukul 08.00 Wita, pemberkatan daun palma dimulai. Ritual dipimpin Vikaris Jenderal Keuskupan Labuan Bajo, Richardus Manggu. Dalam suasana khidmat, ia memerciki daun palma yang diangkat umat dengan air suci.

“Hari ini kita memulai perjalanan sengsara Tuhan dengan sukacita kemenangan. Simbol daun palma yang kita bawa adalah lambang kerendahan hati dan kedamaian yang harus kita bawa ke tengah masyarakat,” ungkap Rd. Richardus Manggu dalam pengantar liturgi.

Di tengah kerumunan, Kapolsek Lembor Vinsensius Hardi Bagus tampak hadir dengan seragam lengkap. Ia menyebut penggunaan halaman kantornya sebagai kehormatan.

“Kami keluarga besar Polsek Lembor merasa sangat terhormat halaman kantor kami dijadikan titik awal peribadatan yang suci ini. Ini bukan sekadar penggunaan lahan, tapi wujud nyata pelayanan kami untuk memastikan umat dapat beribadah dengan rasa aman dan nyaman,” ujar IPDA Vinsensius saat ditemui di sela-sela prosesi.

Ia menambahkan, momen ini juga menyampaikan pesan damai kepada publik.

“Memulai prosesi dari halaman Polsek adalah simbol bahwa Polri dan Gereja berjalan beriringan demi kedamaian. Ini adalah bentuk keterbukaan kami terhadap seluruh kegiatan keagamaan masyarakat,” tambahnya.

Perarakan dan “Yerusalem Kecil”

Usai pemberkatan, barisan umat bergerak menuju Gereja Paroki. Iring-iringan sepanjang sekitar 300 meter menyusuri jalur utama Lembor, diiringi nyanyian “Hosanna” yang menggema. Jalanan pun seolah berubah menjadi “Yerusalem kecil”.

Peristiwa ini menarik perhatian warga dan pengendara. Meski ribuan orang memenuhi badan jalan, arus lalu lintas tetap terkendali.

Menurut Kapolsek, pengamanan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi.

“Dalam pengamanan ini, kami tidak bekerja sendiri. Kami dibantu penuh oleh rekan-rekan dari Koramil 1630-02/Lembor, staf Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat, serta anggota Satpol PP Kecamatan Lembor,” jelasnya.

Personel gabungan ditempatkan di sejumlah titik persimpangan untuk memastikan kelancaran prosesi.

Salah seorang umat, Maria (45), mengaku terkesan dengan suasana perayaan tahun ini.

“Rasanya sangat sejuk melihat kami bisa berkumpul di kantor polisi untuk berdoa. Kami merasa dilindungi dan dihargai sebagai warga negara sekaligus umat beragama,” tuturnya.

Simbol Harmoni Ruang Publik

Perayaan Minggu Palma di Wae Nakeng tahun ini mencerminkan praktik toleransi yang konkret. Ruang publik yang biasanya identik dengan fungsi negara, menjadi wadah ekspresi spiritual masyarakat.

Kelancaran prosesi, pengamanan yang humanis, serta keterlibatan berbagai unsur menunjukkan sinergi lintas sektoral yang efektif. Bagi warga Lembor, peristiwa ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan penegasan nilai kebersamaan.

Di tengah dinamika sosial, perarakan ini menjadi gambaran tentang kemungkinan harmoni antara aparat, agama, dan masyarakat—sebuah “kemenangan kasih” yang hadir dalam praktik keseharian.

Penulis: Isno Baco

Lembor Mabar Manggarai Barat Paroki Santa Familia Wae Nakeng polsek lembor
Previous ArticleMinggu Palma Perdana di Stasi Lempa, Tonggak Iman Umat
Next Article Polisi Dorong Eks Produsen Sopi di Kuwus Barat Beralih ke Gula Merah

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.