Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Kamis Putih: Mengosongkan Diri dan Memberi Diri Dibasuh dari Dosa
Gagasan

Kamis Putih: Mengosongkan Diri dan Memberi Diri Dibasuh dari Dosa

By Redaksi3 April 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Inosensius Sutam
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Rm. Inosensius Sutam

(Kamis Putih, Tahun A; 2 April  2026; Kel 12:1-8.11-14; Mzm 116:12-13.15-16bc.17-18; R:1Kor 10:16; 1 Kor 11:23-26; Yoh 13:1-15)

1

Pada hari ini kita merayakan Kamis suci atau putih. Disebut suci karena ini bagian dari tahap karya Allah untuk membebaskan kita dari dosa dan menyucikan.  Sejalan dengan ia disebut putih karena Allah memutihkan dosa kita sehingga kita menjadi putih bersih. Putih juga menunjukkan anak domba yang tak bercacat dan bercela. Menunjukkan kesetiaan dan ketulusan dari Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah.

2

Putih dan suci itu ditunjukkan dalam dua sakramen yang diperingati hari ini, yaitu Sakramen Ekaristi dan Sakramen imamat. Sakramen adalah perjanjian. Kita taat pada perjanjian, sehingga kita mendapat rahmat dan berkat yang dijanjikan Allah.

3

Sakramen ekaristi terungkap dalam perjamuan terakhir yang kita peringati. Ekaristi berarti mengucap syukur. Berterimakasih kepada Tuhan, kepada sesama, dan kepada alam. Sakramen imamat atau tahbisan berarti mengukuhkan orang-orang yang akan melayani sakramen ekaristi dan sakramen-sakramen lainnya.

4

Pada malam ini, kita juga mendengar dan melakukan pembasuhan kaki yang pernah dilakukan Yesus kepada murid-muridNya. Ini simbol pelayanan dan perhatian kepada mereka yang paling lemah dan kecil dalam hidup kita.

5

Kita juga akan mengadakan prosesi sakramen Mahakudus: artinya kita berziarah bersama Kristus dengan mengosongkan diri seperti yang disimbolkan dengan pengosongan altar.

6

Kita juga mengadakan doa tuguran. Artinya kita mau menemani Yesus dalam menghadapi penderitaan. Supaya kita jangan seperti para murid yang capai dan tidur. Membiarkan Yesus sendirian.
Kamis Putih berarti kita mengosongkan diri dan memberi diri dibasuh dari dosa.

Ino Sutam Inosensius Sutam
Previous ArticleSardi Jeramat Serap Aspirasi Warga Dapil II, Dorong Ekonomi Produktif dan Kesiapan Pariwisata
Next Article Ribuan Umat Hadiri Tablo OMK Stasi Hati Kudus Mendo, Jadi Ruang Refleksi Iman

Related Posts

Jangan Suapi Kami Jawaban: Gugatan Pemuda atas Pendidikan Tanpa Dialog

24 Juni 2026

Spiritualitas Yohanes Pembaptis: Bertobat Tiap Kali Minum Air, Mandi, Masak, dan Buang Air

24 Juni 2026

Membongkar Mitos ‘Indonesia Barat Sibuk Demo, Indonesia Timur Sibuk Pesta Bola

23 Juni 2026
Terkini

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.