Kupang, VoxNTT.com – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Nusa Tenggara Timur (BPD HIPMI NTT) menggelar rangkaian kegiatan pendidikan dan pelatihan daerah (Diklatda), rapat kerja daerah (Rakerda), dan forum bisnis daerah (Forbisda) yang melibatkan ratusan pengusaha muda di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan tersebut berlangsung pada 1–2 Mei 2026 di Harper Kupang.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan pada Jumat siang, 1 Mei 2026. Ketua Panitia Pelaksana, Sakti Masneno, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari dan diikuti sekitar 150 peserta.
Ia menjelaskan, fokus utama kegiatan mencakup penguatan konsolidasi organisasi, penyusunan program kerja, pengembangan peluang usaha, serta peningkatan kolaborasi, termasuk sinergi antara HIPMI dan pemerintah daerah.
“Fokus utama kegiatan pengembangan konsolidasi organisasi, penyusunan program kerja, pengembangan peluang usaha dan kolaborasi. Sinergi antara HIPMI dan pemerintah Daerah,” kata Sakti.
Sakti juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh kader HIPMI untuk menjaga persaudaraan serta memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah dan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh kader HIPMI menjaga persaudaraan dan menjadi kontribusi nyata bagi pemerintah dan masyarakat.”
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” pungkasnya.
Ketua BPD HIPMI NTT, Restu Herdani Dupe, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi titik penting konsolidasi organisasi.
Ia menekankan pentingnya semangat kolaborasi dalam membangun NTT serta kesiapan HIPMI untuk bekerja sama dengan berbagai asosiasi pengusaha di daerah.
“HIPMI NTT menjalin komunikasi intens Bank,” ujarnya.
Restu menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga diisi dengan pelatihan bagi pengurus HIPMI dari seluruh wilayah NTT.
Ia menambahkan bahwa Rakerda menghadirkan Bank NTT sebagai pemateri guna membuka akses permodalan bagi pengusaha muda.
“Lewat rakerda ini kami menghadirkan Bank NTT sebagai pemateri. Diharapkan dapat membuka akses modal bagi penguasa muda. Sebulan terakhir dua Iven sekaligus, pengurus muathai provinsi dan dapur Kupang,” katanya.
Selain itu, panitia juga menghadirkan pemateri dari Badan Gizi Nasional untuk memberikan perspektif tambahan dalam pengembangan usaha.
“Mari jadikan momen ini untuk melahirkan keputusan bersama untuk membesarkan HIPMI. Terimakasih kepada rekan-rekan yang sudah menyiapkan kegiatan ini,” pungkas Heru.
Acara tersebut dibuka oleh Kepala Biro Ekonomi Setda NTT, Selvy Nange, yang mewakili Gubernur NTT.
Dalam sambutannya, Selvy menyampaikan bahwa tantangan pembangunan ekonomi saat ini semakin kompleks sehingga dibutuhkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan global.
Ia menilai HIPMI memiliki peran strategis sebagai wadah untuk melahirkan pengusaha muda yang tangguh, inovatif, dan mampu bertahan.
“Konsolidasi yang kuat akan melahirkan organsiasi yang kuat dan berdampak nyata bagi perkembangan usaha,” katanya.
Selvy berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta membangun semangat kolaborasi dalam menghadapi tantangan dunia usaha.
Ia juga menekankan pentingnya penyatuan visi di internal HIPMI serta komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Penulis: Ronis Natom

