Labuan Bajo, VoxNTT.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Parekrafbud) memfasilitasi ritual adat Congko Wakar di objek wisata Cunca Wulang, Selasa, 26 Mei 2026. Ritual itu digelar setelah insiden tragis yang menewaskan dua wisatawan asal Austria akibat terjatuh dari jembatan di kawasan wisata tersebut.
Ritual adat berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Tua Adat Kampung Wersawe, Thomas Pura. Prosesi diawali di Compang Adat Wersawe atau mesbah adat. Di lokasi itu, Thomas Pura memohon izin kepada para leluhur Cunca Wulang dengan mempersembahkan satu butir telur yang telah didoakan serta menyalakan sebatang lilin.
“Ijin kepada leluhur perlu dilakukan, sehingga acara ini bisa berjalan lancar,” ungkap Thomas Pura.
Dari Compang Adat, prosesi kemudian dilanjutkan menuju lokasi utama di Cunca Wulang, tempat kedua korban jatuh. Dalam ritual tersebut digunakan seekor ayam jantan berwarna putih dan sebatang lilin yang dinyalakan.
“Ayam berwarna putih itu melambangkan kesucian dan kebersihan hati,” jelas Thomas Pura.
Thomas Pura menjelaskan ritual Congko Wakar memiliki dua tujuan utama terkait keselamatan dan ketenangan di kawasan wisata itu. Pertama, untuk “mengangkat” dan menghantar jiwa atau roh kedua wisatawan asal Austria yang meninggal agar kembali ke daerah asal mereka dengan tenang.
Selain itu, ritual tersebut juga dimaksudkan sebagai permohonan kepada para leluhur agar peristiwa duka dan kecelakaan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Manggarai Barat, Peter A. Rasyid, mengatakan ritual adat digelar setelah pihaknya berkoordinasi dengan aparat berwenang karena lokasi kejadian masih dalam proses penyelidikan.
“Tempat ini sebenarnya masih dipasangi police line (garis polisi). Tapi sesuai petunjuk dari pihak berwenang, kegiatan bisa kita lakukan, dengan catatan kita tidak masuk di dalam area yang telah dipasangi garis polisi dan tidak merusak kondisi di TKP,” ujarnya.
Peter berharap melalui ritual tersebut pariwisata Cunca Wulang dapat kembali pulih dan aman sehingga membawa berkah bagi wisatawan maupun masyarakat setempat.
Penulis: Sello Jome

