Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Demo di Jakarta, Aktivis Tolak Pembangunan Geotermal di Pulau Flores
NTT NEWS

Demo di Jakarta, Aktivis Tolak Pembangunan Geotermal di Pulau Flores

By Redaksi12 Maret 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Koalisi Masyarakat Flores Tolak Geotermal saat melakukan unjuk rasa di Jakarta, Rabu, 12 Maret 2025 (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT – Koalisi Masyarakat Flores Tolak Geotermal menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jakarta, pada Rabu, 12 Maret 2025.

Aksi ini melibatkan berbagai organisasi, antara lain JPIC OFM, Padma Indonesia, Formmada NTT, Amman Flobamora, dan Komnas Ngada, yang mendesak Menteri ESDM untuk memanggil Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, serta Bupati dan Wakil Bupati Ngada dan Ende. Mereka menuntut agar proyek geotermal di Pulau Flores diaudit dan dibatalkan.

Ketua Dewan Pembina Padma Indonesia, Gabriel Goa, dalam keterangannya menegaskan, proyek geotermal di daerah cincin api Flores telah menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup yang lestari dan keberlanjutan penghidupan.

Ia menambahkan, lahan-lahan produktif seperti ladang, sawah, kebun kopi, coklat, serta tanaman lainnya seperti kemiri dan cengkih, merupakan sumber utama nafkah bagi masyarakat setempat.

“Proyek geotermal yang berpotensi merusak kawasan ini dapat menghancurkan lahan pertanian yang selama ini menjadi andalan kehidupan masyarakat Flores,” kata Gabriel dalam keterangan yang diterima media, Rabu sore.

Gabriel juga menyebutkan proyek geotermal Daratei Mataloko sebagai contoh nyata kegagalan, yang membawa dampak negatif terhadap lingkungan.

Menurutnya, proyek ini telah menyebabkan kerusakan parah pada lahan pertanian, pencemaran sumber mata air, serta hilangnya habitat bagi berbagai makhluk hidup.

Selain itu, hubungan sosial masyarakat adat dengan lingkungan budaya mereka pun turut terkoyak.

“Keberadaan lumpur dari dalam yang keluar tanpa henti meninggalkan rongga pada lempengan cincin api Flores, yang tentunya menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat setempat,” tambah Gabriel.

Dorong Jadi Lahan Pertanian

Ia menegaskan, lahan proyek panas bumi akan lebih mulia dan beradab jika lahan milik masyarakat adat sekitar 1000 hektare tersebut digunakan untuk lahan pertanian bagi Kedautan Pangan.

Aplagi pada saat ini, negara Indonesia sedang gencar-gencar mencanangkan Kedaulatan Pangan.

“Sesuai pantauan, data dan kajian lapangan, tanah seluas itu merupakan lahan pertanian produktif yang menjadi sumber kehidupan keluarga sepanjang hidup mereka,” kata Gabriel.

Seharusnya, kata dia, Pemerintah Kabupaten Ngada lebih kritis mendalami soal pilihan kebutuhan hidup. [VoN]

Gabriel Goa Geotermal Flores Geotermal Mataloko PADMA Indonesia
Previous Article600 Kelompok Tani Kehutanan di NTT Siap Jadi Koperasi Merah Putih
Next Article Gelar Reses di Desa Tonggo, Anton Wangge Bahas Bantuan Perumahan, Air Bersih, dan Infrastruktur

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.