Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kompak Indonesia Desak Gubernur NTT Koordinasi Kajati, Kasus MTN Rp50 Miliar Macet 5 Tahun
NTT NEWS

Kompak Indonesia Desak Gubernur NTT Koordinasi Kajati, Kasus MTN Rp50 Miliar Macet 5 Tahun

By Redaksi15 Mei 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Kompak Indonesia, Gabriel Goa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (Kompak) Indonesia mendesak Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, untuk segera turun tangan mengawal proses hukum kasus Medium Term Notes (MTN) Bank NTT senilai Rp50 miliar yang mandek selama lima tahun di Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.

Ketua Kompak Indonesia, Gabriel Goa menegaskan, Gubernur sebagai pemegang saham pengendali Bank NTT bersama 21 bupati dan satu wali kota, wajib bersinergi mendorong Kejati menuntaskan kasus ini.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di NTT — termasuk mahasiswa, ormas, tokoh agama, aktivis antikorupsi, dan media — untuk ikut mengawal penanganan kasus tersebut.

“Kasus ini sudah terlalu lama didiamkan. Ini saatnya rakyat bersatu lawan korupsi berjamaah di NTT,” kata Gabriel dalam keterangannya, Rabu, 15 Mei 2025.

Kompak Indonesia menyampaikan empat desakan terkait penanganan kasus MTN ini: Pertama, Gubernur NTT diminta segera memanggil Kepala Kejati NTT untuk memberi penjelasan resmi ke publik terkait mandeknya kasus MTN Bank NTT selama lima tahun.

Kedua, DPRD NTT didesak menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Kejati guna mengusut alasan kasus ini ‘dipetieskan’.

Ketiga, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta segera melakukan supervisi terhadap penanganan kasus oleh Kejati NTT.

Keempat, Jaksa Agung diminta segera mencopot Kepala Kejati NTT dan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) yang diduga menghambat proses hukum.

Kasus ini bermula pada 2018 ketika Bank NTT membeli surat utang MTN senilai Rp50 miliar dari PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP). Masalahnya, pembelian dilakukan tanpa due diligence yang memadai dan tanpa persetujuan dari dewan direksi.

BPK RI dalam auditnya menemukan bahwa investasi ini menyebabkan gagal bayar. Akibatnya, Bank NTT berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp60,5 miliar, terdiri dari pokok Rp50 miliar dan bunga Rp10,5 miliar yang belum dibayar oleh PT SNP.

Meski status perkara telah dinaikkan ke tahap penyidikan sejak Mei 2024, hingga kini belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan oleh Kejati NTT. [VoN]

Bank NTT Emanuel Melkiades Laka Lena Gabriel Goa Gubernur NTT Kompak Indonesia Melki Laka Lena
Previous ArticlePaus Leo XIV Simbol Singa yang Mengaum di Era Revolusi Industri 4.0
Next Article Gubernur NTT Buka Musrenbang RKPD dan RPJMD, Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.