Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Pengusaha Ayam Pedaging di Manggarai Merugi
Ekbis

Pengusaha Ayam Pedaging di Manggarai Merugi

By Redaksi17 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Banyak pengusaha ayam pedaging di Manggarai yang mengeluhkan ternak jualannya tak laku di pasaran.

Hal ini disebabkan oleh masuknya ayam pedaging dari daerah lain yang masuk ke semua pelosok kampung.

“Mereka bawa dari Nagekeo dan jual sampe ke kampung-kampung,” kata seorang pengusaha ayam pedaging, Ina kepada wartawan, Senin (10/4/2017).

Masifnya serbuan tersebut, kata Ina, membuat pengusaha lokal tak berkutik. Apalagi ayam dari luar itu lebih gemuk. Namun menurut dia  kelebihan itu disebabkan oleh rekayasa  kimiawi.

“Mereka punya itu lebih besar diduga karena disuntik,” pungkasnya.

Terlepas dari soal itu, terang Ina, serbuan pedagang luar ini membuatnya rugi. Banyak ayamnya dijual di bawah harga standar, bahkan terkadang tak laku sama sekali.

Karena itu, ia kesal dengan pemerintah yang terkesan tidak memperhatikan kejadian ini. Padahal kejadian ini sudah berlangsung lama dan berdampak buruk bagi pengusaha.

Sebab itu, ia berharap Pemkab segera mengambil sikap agar pasokan dari luar dapat dibendung. Jika tidak, katanya, semua pengusaha ayam pedaging di Manggarai akan guling tikar.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perdagangan, Burhan Venasius menyebut hal itu wajar dalam konteks perdagangan bebas. Tapi ia enggan berkomentar terlalu jauh karena soal ini bukan kewenangannya.

“Saya hanya urus izin (perdagangan) saja. Tapi, kalau soal itu silakan tanya Kadis Peternakan,” katanya kepada wartawan, Selasa (11/4/2017).

Sementara, hingga berita ini diturunkan, Kadis Peternakan Manggarai, belum bisa dikonfirmasi.(Ano Parman/VoN).

Manggarai
Previous ArticleJangan Pilih Caleg yang Ingin Mengubah Nasibnya Sendiri
Next Article Puluhan Kades di Manggarai Belum Bisa Angkat Perangkat Desa

Related Posts

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

Advokat Publik Nilai Laporan Bupati Manggarai terhadap Edi Hardum Tidak Sesuai Mekanisme UU Pers

3 Juni 2026

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.