Kupang, VoxNTT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena mengajak Komunitas Kopi NTT untuk ikut meriahkan event Tour de EnTeTe yang akan berlangsung pada 10 sampai 21 September mendatang.
Tour de EnTeTe bakal melintasi rute Pulau Timor-Pulau Sumba-Pulau Flores, dan berakhir di Kota Super Premium Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Tour de EnTeTe merupakan ajang balap sepeda internasional yang bertujuan untuk mempromosikan pariwisata dan kekayaan budaya masyarakat NTT sehingga melibatkan pembalap-pembalap dari Indonesia dan mancanegara.
“Saya senang dan berterima kasih, karena Komunitas Kopi ini anggotanya anak muda-anak muda yang punya semangat bekerja sama dengan pemerintah membangun daerah,” kata Melki saat menerima audiensi Komunitas Kopi NTT yang membahas tentang kondisi aktual dan masa depan industri kopi di NTT, pada Senin, 7 Juli 2025.
Sementara itu, Ketua Komunitas Kopi NTT, Boni Bria berkomitmen menjadi mitra Pemerintah Provinsi NTT untuk membangun sinergisitas dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis kopi.
Menurutnya, pertemuan bersama Gubernur Melki menjadi momentum untuk mendalami persoalan-persoalan tanaman kopi di NTT, seperti upaya penguatan rantai distribusi kopi lokal dari petani ke pelaku usaha, branding kopi NTT ke sektor pariwisata dan instansi pemerintahan, prioritas pengembangan kopi di Timor, dan pengembangan varietas kopi lokal unggulan.
“Saat ini kita menghadapi tantangan kondisi pohon kopi yang sudah tua yang butuh peremajaan seperti di Flores, penurunan produksi, serta kopi yang belum menjadi komoditas utama petani,” ujar Boni.
Menghadapi tantangan tersebut, lanjutnya, Komunitas Kopi NTT berkomitmen untuk meningkatkan pelatihan dan pendampingan bagi para pelaku usaha kopi, agar produk kopi NTT memiliki standar mutu yang tinggi.
Gubernur Melki pun berkomitmen memberikan dukungan konkret untuk melakukan peremajaan tanaman kopi secara bertahap di sentra-sentra produksi, memperkuat sektor produksi melalui peningkatan akses sarana produksi, pelatihan teknis, dukungan infrastruktur pertanian, dan mendorong hilirisasi industri kopi lokal agar memiliki nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru.
“Kopi adalah potensi unggulan NTT yang tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga menyimpan kekuatan sosial-ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah siap bersinergi dengan komunitas untuk memperkuat ekosistem kopi kita,” tutupnya.
Penulis: Herry Mandela

