Labuan Bajo, VoxNTT.com – Mengisi waktu luang dengan aktivitas positif jadi salah satu cara terbaik untuk menjauh dari hal-hal negatif, termasuk risiko kekerasan seksual.
Inilah yang menjadi perhatian dr. Maria Caecilia Stevi Harman, atau yang akrab disapa dr. Stevi, anggota Komite III DPD RI yang membidangi urusan agama, kebudayaan, kesehatan, pariwisata, Pemuda dan Olahraga kesejahteraan sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Lewat pelatihan kreatif yang digelar Minggu, 20 Juli 2025 di Kampung Melo, Manggarai Barat, puluhan anak muda diajak untuk belajar fotografi dan videografi.
Kegiatan ini menghadirkan dua fasilitator khusus, masing-masing untuk mendampingi peserta fotografi dan videografi
Menurut dr. Stevi, banyak anak muda di Manggarai Barat memiliki waktu luang yang cukup besar, terutama setelah pulang sekolah.
Sayangnya, waktu itu sering hanya dihabiskan untuk nongkrong atau mengakses media sosial seperti TikTok dan YouTube, tanpa pendampingan yang cukup dari orang tua.
“Anak-anak ini banyak yang hanya duduk di rumah atau kumpul bareng teman, nonton video dari media sosial yang kadang kontennya tak terkontrol. Ini jadi ruang masuknya pengaruh negatif, termasuk potensi kekerasan seksual,” ungkap Stevi.
Salam pelatihan ini, para peserta tak hanya dilatih untuk hal – hal teknis seputar dunia fotografi dan videografi namun juga merambah pada diskusi – diskusi santai seputar isu-isu yang dekat dengan kehidupan mereka, termasuk permainan tradisional dan bagaimana membangun ruang aman di lingkungan sekitar.
Lebih jauh, kemampuan fotografi dan videografi ini juga dibidik jadi peluang ekonomi baru.
Dr. Stevi melihat potensi besar jika anak muda bisa berkolaborasi dengan pelaku wisata, khususnya travel agent di Labuan Bajo yang kini semakin ramai dikunjungi turis lokal maupun mancanegara.
Wisatawan, kata Stevi, akan sangat senang kalau momen liburan mereka bisa diabadikan dengan baik dan akan diposting di feed mereka.
Ia bahkan berbagi cerita inspiratif saat kunjungan ke Turki. Di sana, ia bertemu warga Indonesia yang sukses menjadi pemandu wisata sekaligus penyedia jasa dokumentasi digital bagi para pelancong.
“Saya ingin anak-anak muda di sini juga bisa lakukan hal yang sama, tak hanya jadi tour guide tapi juga bisa hasilkan konten berkualitas,” katanya.
Penulis: Patrick Romeo Djawa

