Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Figure»Ignasius Suswakara Raih Gelar Doktor di Program Studi S3 Teknologi Pendidikan UNESA
Figure

Ignasius Suswakara Raih Gelar Doktor di Program Studi S3 Teknologi Pendidikan UNESA

By Redaksi22 Juli 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pose bersama usai ujian doktor Ignasius Suswakara pada Senin, 21 Juli 2025 (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Surabaya, VoxNTT.com – Program Studi S3 Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali melahirkan seorang doktor baru.

Dalam ujian terbuka yang digelar pada Senin, 21 Juli 2025, Ignasius Suswakara, dosen Teologi Kontekstual dari Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, resmi meraih gelar doktor usai mempertahankan disertasi berjudul Model Pembelajaran Interreligius Kontekstual untuk Meningkatkan Pemahaman dan Sikap Toleransi Beragama.

Disertasi Ignasius menawarkan pendekatan baru dalam dunia pendidikan, dengan mengembangkan model pembelajaran berbasis kearifan lokal dan multikulturalisme. Model yang ia namai IRCL (Interreligious Contextual Learning) mencakup seperangkat perangkat pembelajaran, seperti Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Satuan Acara Pembelajaran (SAP), Lembar Kerja Mahasiswa (LKM), dan bahan ajar, yang dirancang untuk menciptakan ruang dialog antaragama yang efektif dalam konteks pendidikan.

Ujian terbuka ini dipimpin langsung oleh Ketua Penguji, Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si, dengan promotor utama Prof. Dr. Rusijono dan promotor pendamping Dr. Utari Dewi, S.Sn., M.Pd. Tim penguji lainnya terdiri dari nama-nama akademisi ternama seperti Prof. Dr. Mustaji, M.Pd., Prof. Dr. H. Bachtiar Syaiful Bahri, M.Pd., Dr. H. Andi Mariono, M.Pd., serta Prof. Punaji Setyosari, M.Pd. dari Universitas Negeri Malang.

Ignasius dinyatakan lulus dengan nilai akhir 89,43 dan menjadi doktor ke-145 yang resmi dilantik oleh Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA.

Ignasius menjelaskan motivasi di balik gagasannya yang berpijak pada kebutuhan akan pendekatan pendidikan yang lebih nyata dan relevan dengan dinamika masyarakat.

“Toleransi bukan hanya diajarkan, tapi harus dialami secara kontekstual,” ujarnya pada Selasa, 22 Juli 2025.

Ia menambahkan, model IRCL ditujukan bagi para pendidik dan fasilitator, baik di lingkungan kampus maupun komunitas keagamaan, agar mampu menciptakan pendekatan pendidikan damai yang membumi dan adaptif terhadap keberagaman lokal.

Lebih jauh, Ignasius berharap model ini dapat memberi kontribusi dalam menciptakan ruang sosial yang lebih inklusif, harmonis, dan terbuka terhadap perbedaan.

Pencapaian akademik ini tak hanya menjadi tonggak pribadi bagi Ignasius, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam membangun sistem pendidikan yang menjunjung tinggi nilai keberagaman.

UNESA pun menyambut baik capaian ini sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mencetak pemikir dan praktisi pendidikan yang mampu merespons tantangan sosial bangsa dengan pendekatan yang relevan dan aplikatif.

Kontributor: Anselmus DW Atasoge

Ignasius Suswakara Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende UNESA
Previous ArticleAngka Kematian Ibu dan Anak di Manggarai Turun Drastis per Juni 2025
Next Article Puluhan Siswa SMP Negeri 8 Kota Kupang Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis

Related Posts

Kuryanto, Penjual Bakso Keliling yang Menjadi “Ayah Kedua” Bagi Adik-Adiknya

11 Desember 2025

Meski Kalah dalam Politik, Jane Natalia Suryanto Tetap Mengabdi untuk Rakyat

13 November 2025

Jane Natalia Suryanto Bangkitkan Semangat Petani NTT lewat Kebun Jane

12 November 2025
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.