Mbay, VoxNTT.com – Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, pada Senin, 8 September 2025 malam setidaknya telah menelan tiga korban jiwa. Sementara itu, lima warga lainnya dilaporkan masih hilang terseret banjir.
Belasan kepala keluarga yang tinggal di sepanjang bantaran Kali Lowokoke kehilangan rumah akibat terjangan banjir. Salah satu warga, Heribertus Bi (52) mengatakan, hingga kini warga masih terus melakukan pencarian terhadap lima orang yang hilang dengan peralatan seadanya.
“Ketiga korban yang ditemukan merupakan penghuni satu rumah, terdiri dari ayah, anak, dan menantu,” ujarnya
Saat ini jenazah mereka berada di Puskesmas Mauponggo. Mereka sangat membutuhkan kantong jenazah untuk evakuasi sebelum dimakamkan.
Hujan deras mengguyur kawasan Mauponggo terjadi selama hampir sembilan jam, sejak pukul 19.00 Wita hingga Selasa dini hari.
Banjir yang membawa material batu berukuran besar itu memporak-porandakan permukiman dan menghanyutkan harta benda warga.
Camat Mauponggo, Leonardus Loda mengungkapkan banjir juga merusak dua jembatan, yakni Jembatan Teodhae 1 dan Teodhae 2 di Desa Sawu.
Akibatnya, akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Mauponggo dengan Kecamatan Boawae terputus total.
“Seluruh jaringan komunikasi dan listrik di wilayah Mauponggo juga lumpuh,” jelasnya.
Kapolres Nagekeo, AKBP Rachmat Muchamad Salihi bersama Kasat Lantas Polres Nagekeo, Iptu Fransiskus Bay Meo, telah bergerak menuju lokasi bencana melalui jalur alternatif dari Maumbawa, Kabupaten Ngada.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui dinas terkait belum tampak di lokasi kejadian.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

