Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Tiga Mantan Karyawan Menang Gugatan terhadap Anggota DPRD Kota Kupang
HUKUM DAN KEAMANAN

Tiga Mantan Karyawan Menang Gugatan terhadap Anggota DPRD Kota Kupang

By Redaksi14 September 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Tiga mantan karyawan Heo Pub & Karaoke, yakni Jemi Jusprianus Ratu Ie, Tenny Marsco Tapatab, dan Andreas Peterson Rand Baki, berhasil memenangkan gugatan atas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap pemilik usaha hiburan malam tersebut, Viktor A.Y. Dimoe Heo, yang juga merupakan anggota DPRD Kota Kupang dari PDI Perjuangan.

Dalam putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Kupang, dinyatakan bahwa manajemen Heo Pub & Karaoke telah melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Atas pelanggaran tersebut, Viktor diwajibkan membayar kompensasi, uang pesangon, serta kekurangan upah kepada ketiga mantan karyawannya dengan total mencapai ratusan juta rupiah.

Putusan tersebut disampaikan dalam sidang daring (E-Court) melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Kupang pada Jumat malam, 12 September 2025. Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Putu Dima Indra, dengan hakim anggota Paulus Naro dan Tituk Tumuli.

Dalam amar putusannya, majelis hakim mengabulkan gugatan para penggugat untuk sebagian, serta menghukum tergugat membayar hak-hak pekerja sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Berikut rincian putusan dari masing-masing perkara: pertama, perkara No. 7/Fdt.Sus-PHI/2025/PN Kpg. Penggugat: Jemi Jusprianus Ratu Ie. Putusan: Tergugat wajib membayar kompensasi sebesar Rp88,5 juta.

Kedua, perkara No. 9/Fdt.Sus-PHI/2025/PN Kpg.
Penggugat: Tenny Marsco Tapatab. Putusan: Tergugat wajib membayar kompensasi dan kekurangan upah 2019–2022 sebesar Rp25,015 juta.

Ketiga, perkara No. 8/Fdt.Sus-PHI/2025/PN Kpg. Penggugat: Andreas Peterson Rand Baki. Putusan: Tergugat wajib membayar kompensasi dan kekurangan upah 2019–2022 sebesar Rp28,238 juta.

Majelis hakim menegaskan bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh manajemen Heo Pub & Karaoke bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, yaitu UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, juncto UU No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, serta Peraturan Pemerintah (PP) No. 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja, Waktu Istirahat, dan PHK.

Sebagaimana diatur dalam hukum acara, putusan PHI tidak dapat diajukan banding, namun terbuka untuk upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA) bagi perkara yang menyangkut perselisihan hak maupun PHK. Sementara itu, untuk perkara perselisihan kepentingan dan antar serikat pekerja, putusan PHI bersifat final dan mengikat.

Selain itu, majelis hakim juga menetapkan bahwa putusan dapat dilaksanakan terlebih dahulu atau uitvoerbaar bij voorraad, meskipun pihak tergugat masih dapat menempuh upaya hukum.

Salah satu penggugat, Jemi Jusprianus Ratu Ie, menyambut baik putusan tersebut dan menyatakan bahwa keputusan majelis hakim merupakan bukti tegaknya keadilan bagi para pekerja.

“Kami berterima kasih kepada majelis hakim PHI yang sudah memberikan putusan yang adil bagi kami,” katanya kepada wartawan.

“Saat ini kami masih menunggu apakah pihak tergugat akan melaksanakan eksekusi atau mengambil langkah hukum lanjutan,” ujar Jemi.

Penulis: Ronis Natom

DPRD Kota Kupang Heo Pub & Karaoke Kota Kupang
Previous ArticleKompak Indonesia Desak Kapolri Usut Lambannya Penanganan Kasus oleh Polres Lembata
Next Article Dosen Hukum Undana Sosialisasikan Hukum Kekerasan Seksual di SMA Negeri 1 Alor Barat Daya

Related Posts

Polisi Tahan Calo Trip yang Gelapkan Rp244,2 Juta, 22 Wisatawan Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

14 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.