Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Arapel Soroti Lambannya Kinerja Kejari TTU
NTT NEWS

Arapel Soroti Lambannya Kinerja Kejari TTU

By Redaksi21 April 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lokasi stockfile PT ERI yang terletak di Desa Oenbit, Kecamatan Insana,TTU
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Aliansi Rakyat Peduli Lingkungan (Arapel) menyoroti kinerja Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (Kejari TTU).

Mereka bersama suku Naikofi menyoroti Kejari TTU lantaran dinilai lamban dalam mengeksekusi putusan sidang Pengadilan Negeri Kefamenanu.

Keputusan pengadilan tersebut sudah ditetapkan pada 4 Februari lalu, terkait penambangan dalam kawasan hutan Besin Nai’Ban, Desa Oenbit, Kecamatan oleh PT Elgary Resources Indonesia (ERI).

Koordinator Arapel, Nikolas Ataupah ketika dihubungi VoxNtt.com melalui telepon, Kamis (20/4/2017) mengungkapkan, kekesalannya atas lambannya sikap Kejari TTU untuk mengeksekusi putusan PN Kefamenanu tersebut.

“Sesuai informasi yang kami peroleh, keputusan majelis hakim PN kefamenanu pada tanggal 4 Februari 2016 katanya sudah inkrah, lalu kenapa sampai sekarang batu-batu mangan itu tidak segera dilelang tapi malah dibiarkan begitu saja di stockfile, ” ujar Ataupah dengan nada kesal.

Lambannya sikap Kejari TTU ini, kata dia, telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Sebab, setiap kali melintasi lokasi stockfile masih melihat batu-batu mangan tersebut.

Atupah menyatakan, sebagai koordinator Arapel TTU dan juga masyarakat adat pemilik hak ulayat yang dieksploitasi merasa ketakutan jika sesewaktu PT ERI kembali datang dan mengeksploitasi batu mangan didalam lokasi tanah adat Besin Nia’ban.

Senada dengan itu,Yoseph Naikofi selaku perwakilan suku Naikofi berharap agar secepatnya putusan pengadilan tersebut bisa dieksekusi sehingga tidak menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat.

“Bagi kami petani,tanah sangat penting artinya apalagi tanah adat jadi tolong pihak penegak hukum jangan gantungkan persoalan ini,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Kejari TTU Taufik ketika dikonfirmasi media ini melalui Kepala Seksi Pidana Umum Ngurah Bagus mengatakan, pihaknya sebenarnya selama ini sudah melakukan pelelangan terhadap batu mangan yang terdapat di stockfile PT ERI tersebut.

Namun, pihaknya mengalami kendala karena Dinas Pertambangan dan Energi kabupaten TTU menetapkan harga per kilogram terlalu tinggi, sehingga tidak ada pengusaha yang mau membeli.

Terkait kendala tersebut, lanjut Bagus, pihaknya langsung menyurati Distamben Provinsi NTT untuk langsung mengambil alih dan menetapkan harga per kilogram sebesar Rp 400.

Jika sudah disepakati, maka dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan pelengan batu mangan tersebut secara terbuka. Uang hasil penjualannya akan langsung disetor ke kas Negara.

“Kita targetkan batu mangan yang jumlahnya sekitar 800 ton tersebut pada awal mei nanti sudah kita lakukan pelengan,” tandas Bagus.

Untuk diketahui, PT ERI melakukan penambangan di wilayah Desa Oenbit, Kecamatan Insana setelah mengantongi izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP OP) dengan nomor SK 270/2013 yang dikeluarkan oleh Bupati TTU Raymundus Fernandes.

Keberadaan PT ERI di Desa Oenbit mendapat penolakan keras dengan melakukan aksi demontrasi baik ke stockfile maupun kantor Bupati TTU oleh masyarakat adat.

Mereka diantaranya suku Ataupah, Naikofi, serta belasan suku di Kecamatan Insana. Warga dibantu oleh beberapa organisasi mahasiswa serta beberapa LSM lingkungan hidup yang tergabung dalam Arapel TTU. (Eman Tabean/VoN)

TTU
Previous ArticleTerkait Oknum DPRD Sikka Calo Proyek, Kapolres Sebut Belum Ada Bukti Kuat
Next Article Ruas Jalan Benteng Jawa- Ruteng Putus Total

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.