Labuan Bajo, VoxNTT.com – Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng menyebut pasokan buah, sayur hingga telur ayam untuk kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) belum bisa di-cover petani dan peternak lokal. Kebutuhan itu masih dipasok dari luar Manggarai Barat.
“Untuk memenuhi tentu dari luar daerah, sayur juga begitu, belum semua, tapi kan kita usaha pelan-pelan, telur juga begitu, masih ada yang dari luar,” ujar Wabup Yulianus, Senin, 29 September 2025.
Pemerintah saat ini, mewajibkan masyarakat untuk fokus menanam sayuran, memelihara ayam, menanam bibit pohon untuk buah.
Menurutnya, program MBG dari Presiden Prabowo tidak menjadi program sesaat. Masyarakat diharapkan mampu melihat peluang tersebut.
“Harusnya kan MBG ini manfaatnya selain anak dapat makanan kreatif, bergizi, masyarakat juga mendapat untung. Buah, sayur, telur, daging, ikan dari masyarakat,” kata Yulianus.
Politisi Gerindra itu mengatakan, di tahun 2026, pemerintah akan meningkatkan kebutuhan MBG melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang beririsan langsung seperti pertanian, perikanan.
“Kita mulai menyiapkan masyarakat harus wajib tanam. Kalau tidak, kita begini terus,” tegas Yulianus.
Ia pun meminta setiap OPD apabila turun ke setiap desa mensosialisasikan manfaat MBG kepada masyarakat terkait mempersiapkan bahan pangan pokok.
“Jadi kalau bisa tanam sayur, tanam buah, piara ayam, daging atau petelur, harus itu memanfaatkan tanah-tanah yang kosong di kampung,” tutupnya.
Hingga kini, pantauan VoxNtt.com sudah ada 4 dapur MBG yang beroperasi Manggarai Barat yaitu di Wae Kesambi, Wae Mata, Golo Koe, dan Mberata. Dapur tersebut memberikan makanan untuk sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Komodo.
Penulis: Sello Jome

