Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kota Kupang Jadi Tuan Rumah Indonesian Pacific Cultural Synergy 2025
Regional NTT

Kota Kupang Jadi Tuan Rumah Indonesian Pacific Cultural Synergy 2025

By Redaksi10 November 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur NTT didampingi Dirjen Kemenbud saat memberikan keterangan terkait kegiatan IPACS (Foto: Ronis Natom/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Kota Kupang resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Indonesian Pacific Cultural Synergy (IPACS) Tahun 2025, sebuah ajang internasional yang akan mempertemukan para pelaku budaya dari Indonesia dan negara-negara kawasan Pasifik.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena menjelaskan, kegiatan berskala internasional tersebut akan dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia serta delegasi dari 17 negara peserta.

“Acara ini adalah acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan NTT dan memilih NTT sebagai tempat penyelenggaraan,” ujar Melki, Senin, 10 November 2025.

Menurut Gubernur Melki, Pemerintah Provinsi NTT akan menyiapkan seluruh kebutuhan teknis sesuai dengan arahan dari kementerian, mulai dari penjemputan tamu hingga pengamanan selama kegiatan berlangsung.

“Kami siapkan sesuai dengan arahan kementerian. Acara penjemputan dan keamanan. Agenda ini sangat strategis dan menjadi pintu masuk NTT ke negara Pasifik,” ujarnya.

Melki merinci, 17 negara yang akan berpartisipasi dalam IPACS 2025 antara lain Cook Islands, Federated States of Micronesia, French Polynesia, Papua New Guinea, Samoa, Tonga, New Caledonia, Niue, Fiji, Kiribati, Marshall Islands, Nauru, Palau, Vanuatu, Solomon Islands, Tuvalu, dan Timor-Leste.

Selain itu, 10 provinsi dari Indonesia juga dipastikan akan hadir dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Endah T.D. Retnoastuti menjelaskan, kegiatan IPACS secara resmi akan berlangsung pada 11–13 November 2025 di Kota Kupang.

“Mengapa kita memilih Kota Kupang, selama ini Indonesia belum banyak melakukan kerja sama dengan negara-negara Pasifik. Kesamaan budaya dan pengelolaan sumber daya serta seni pertunjukan, tradisi, dan lain-lain. Acara ini meluaskan pengaruh Indonesia ke negara Pasifik,” jelas Endah.

Menurut Endah, kegiatan IPACS bertujuan untuk mempererat hubungan lintas budaya antara Indonesia dan negara-negara Pasifik melalui kolaborasi para pelaku budaya.

“Perlu kita galang negara-negara tersebut melalui budaya. Kita mengundang pelaku-pelaku budaya dari negara-negara tersebut serta dari NTT untuk saling mengenal satu sama lain. Saya berharap kegiatan ini membuka jalan ke Kupang untuk menjadi kegiatan internasional,” katanya.

Lebih lanjut, Endah menyebut, selain memperkuat kerja sama budaya, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk membangun kolaborasi regional dalam menghadapi isu global seperti perubahan iklim.

“Sama-sama menjalin kerja sama pelaku budaya. Komitmen Indonesia mendukung kebudayaan negara Pasifik,” tukasnya.

Penulis: Ronis Natom

Emanuel Melkiades Laka Lena Gubernur NTT Melki Laka Lena
Previous ArticleSatu Grup dengan Juara Bertahan ETMC, Manajer Persamba: Semua Pemain Punya Mental Juara
Next Article Bandara Frans Sales Lega Ruteng Usulkan Pembukaan Tiga Rute Penerbangan Baru

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.