Oleh: Edid Teresa
Guru SMK Negeri 3 Komodo
Sejak saya mengabdikan diri sebagai guru, banyak pengalaman yang menyadarkan saya bahwa menjadi guru tidak gampang seperti yang dilihat. Berseragam keki lengkap dengan atributnya. Atau sekadar seragam hitam putih berbalut tenun adat.
Pun ada seragam dengan kekhasan sekolah masing-masing. Mulai dari warna, bahkan sampai logo menjadi kekhasan sekolah yang tidak dimiliki oleh sekolah-sekolah lain.
Menjadi guru adalah sebuah panggilan yang perlu dikerjakan dengan ketulusan, kesiapan baik secara mental maupun akademis. Apalagi peran guru dalam konteks perkembangan zaman sekarang tidak cukup jika tentang bagaimana cara menyampaikan materi pembelajaran di kelas tetapi menjadi guru dalam konteks modern berkaitan dengan membentuk ikatan kognitif, moral dan emosional murid.
Bagaimana menjadi guru yang dirindukan murid? Relasi guru dan murid kerap menjadi faktor kunci berhasilnya sebuah proses belajar. Baik proses belajar akademis maupun proses belajar nin akademis murid.
Sebagai pendidik. Guru tidak cukup jika berperan sebagai pengajar materi di kelas. Lebih dari itu, guru berperan memberikan Pendidikan tentang cari berperilaku dan cara kehidupan sosial.
Menjadi guru yang dirindukan murid merujuk pada sosok guru yang bisa menghadirkan pengalaman pembelajaran di kelas menjadi bermakna, menghadirkan rasa aman. Serta menumbuhkan motovasi murid.
Menjadi guru yang dirundukan murid sebuah representasi kualitas pedagogis yang nantinya berdampak pada kedekatan emosional dan akademik murid. Tentu untuk menumbuhkan kualitas pedagogis murid baik secara emosional maupun akademik tidak hadir begitu saja.
Ada dimensi-dimensi yang menjadi satu kesatuan sehingga membentuk pengalaman pedagogis murid yang berkualitas. Sehingga, menjadi guru yang dirindukan murid adalah sebuah pengalaman belajar yang menyenangkan.
Pertama, menciptakan hubungan interpersonal dengan peserta didik. Pembelajaran yang efektif berawal dari hubungan yang dekat antara guru dengan peserta didik. Guru yang dirindukan murid adalah guru yang menghadirkan rasa aman, berempati, dan menerima setiap muridnya tanpa sayarat.
Dalam arti, guru sebagai fasilitator perkembangan murid. Kedekatan interpersonal yang dimaksudkan di sini bukan kedetakan emosional guru dan murid yang intens tetapi hubungan edukatif untuk memberi ruang kepada murid. Sehingga murid merasa dihargai dan diterima.
Kedua, ciptakan rasa aman sebagai dasar proses belajar. Menciptakan proses belajar yang aman merupakan dasar efektifnya pembelajaran. Guru hadir sebagai figur yang menyenangkan, menciptakan rasa nyaman secara psikis dan memperkuat keterlibatan murid dalam pembelajaran.
Ketiga, menjadikan pembelajaran yang bermakna. Guru akan dirindukan murid Ketika menghadirkan pengentahuan yang relevan dan mudah dihubungkan dengan pengalaman kehidupan murid.
Pendekatan kontekstual ini memberikan penegasan bahwa membangun pengetahuan murid dilakukan dengan keterlibatan yang nyata dengan aktivitas belajar yang kontekstual.
Guru harus menjadi fasilitator yang ekektif untuk mengaitkan materi dengan realitas sosial murid, memakai metode pembelajaran mengajak murid untuk berpikir kritis, Kerjasama dan berbasis proyek. Guru jangan sampai menciptakan ceramah satu arah.
Keempat, memberikann energi positif yang menular. Guru yang semangat pada saat proses pembelajaran, memberikan umpan balik berupa apresiasi terhadap proses murid. Menciptakan aktivitas yang hangat sehingga terciptakan memori belajar yang menyenangkan bagi murid.
Guru yang demikian akan menimbulkan kerinduan bagi murid. Karena, guru yang berhasil bukan guru yang berkharismatik. Guru yang dirindukan adalah guru yang mampu menghadirkan suasana pembelajaran yang positif.
Konsep guru yang dirindukan murid merupakan dasar aktivitas yang mencerminkan keberhasilan guru dalam memenuhi aspek emisional, relasional dan instruksional secara kontekstual.
Guru yang dirindukan adalah guru yang memberikan rasa aman, membangun kedekatan emosional, menghadirkan pembelajaran yang relevan dan menunjukkan energi positif dalam proses belajar.
Kualitas guru yang demikian pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pendidikan kita. Kualitas pendidikan yang bagus akan menjadikan kita kuat.

