Oleh: Rm. Inosensius Sutam
(Minggu MB XI, 14 Juni 2026, Tahun A; Kel 19:2-6a; Mzm 100:2.3.5; Rom 5:6-11; Mat 9:36-10.8)
Bumi dan isinya adalah harta dan milik Allah. Saat kita lemah, alam memberi kita makanan dan minuman supaya kuat. Saat kita sakit, dia memberi kita obat supaya sembuh. Karena itu kita jangan membuat alam menjadi sakit, lemah, dan rusak. Karena kusta nafsu kita. Mari kita jadikan alam sebagai harta, saudara, dan sahabat kesayangan kita. Itulah sayap rajawali yang merawat kehidupan.
1
Berjanji dengan Allah berarti Berkorban untuk yang lemah, sakit, dan berdosa
Yang lemah, sakit, miskin, berdosa, singkatnya berkekurangan sering dilihat sebagai beban dan penghambat. Kita sering mencari orang selevel. Tetapi bacaan hari ini menunjukkan kita semua diselamatkan, dibenarkan, dibebaskan oleh kurban kasih darah Kristus. Beriman berarti berjanji dengan Allah. Berjanji dengan Allah berarti berkorban untuk yang lemah, sakit, dan berdosa.
2
Diselamatkan Allah, Menjadi HartaNya, Asalkan Berpegang pada Perintah Allah
Bacaan pertama menunjukkan (a) sepenggal kisah ziarah bangsa Israel yang berkemah di padang gurun di depan sebuah gunung. (b) Musa menghadap Tuhan. Ia berpesan kepada Musa dua hal yang harus disampaikan kepada bangsa Israel: (c) pertama, di masa lalu: Allah telah bertindak terhadap orang Mesir, musuh Israel; (d) dan menyelamatkan mereka di atas sayap rajawali.
3
(e) pesan kedua, di masa depan: (i) bangsa Israel akan menjadi harta kesayangan Allah; (ii) menjadi bagi Allah Kerajaan Imam dan bangsa yang kudus (f) dengan syarat: (i) sungguh-sungguh mendengarkan Firman Allah dan (ii) berpegang pada perjanjian Allah. (g) sebab Allah yang membuat janji adalah pemilik seluruh bumi.
4
Dibenarkan, diselamatkan, didamaikan, dan bermegah karena kematian Kristus
Dalam bacaan kedua, (a) Paulus menyampaikan satu fakta: sulit orang mati untuk orang benar, dan mungkin ada yang mati untuk orang baik; (b) Tetapi karena kasih Allah, Kristus yang benar dan baik mati bagi kita orang lemah, durhaka, karena dosa-dosa. (c) oleh darah dan kematian Kristus: (i) kita dibenarkan; (ii) diselamatkan dari murka Allah; (iii) kita diperdamaikan dengan Allah; (iv) kita bermegah.
5
Dipanggil, Diutus, dan Diberi Kuasa untuk Merawat Hidup
Injil Matius menggarisbawahi beberapa hal penting:(a) Yesus menunjukkan belaskasihan kepada orang banyak sebab mereka seperti domba tanpa gembala; (b) untuk mengatasi hal itu, maka kita harus meminta kepada si pemilik tuaian agar Ia mengirimkan pekerja untuk tuaian itu. (c) Yesus memanggil kedua belas rasul dengan namaNya masing-masing.
6
(d) Kemudian Yesus mengutus dua belas murid itu dengan pesan: (i) jangan menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota Samaria; (ii) tetapi pergilah ke domba-domba yang hilang dari bangsa Israel; (iii) Wartakanlah: Kerajaan Allah sudah dekat.
7
(e) Yesus memberikan kepada mereka kuasa untuk (i) mengusir setan dan roh-roh jahat, (ii) tahirkan orang kusta, melenyapkan penyakit dan kelemahan; (iii) membangkitkan orang mati. (f) para murid itu memperoleh dengan cuma-cuma, maka mereka juga memberikan dengan cuma-cuma.
8
Jadikan alam sebagai harta, saudara, dan sahabat kesayangan
Pesan bacaan hari ini …..
Pertama, Tuhan itu yang memilih, memanggil, memberi kita kuasa, dan mengutus kita. Karena kita kita harus memilih sesuai pilihan Allah, memanggil yang lain sesuai dengan panggilah Allah, memberi kuasa sesuai dengan kuasa yang diberikan Allah, mengutus yang lain sesuai dengan utusan Allah untuk kita. Di sini kita tidak boleh menyimpang dan masuk pada tempat yang semestinya. Karena itu perlu kesetiaan untuk mendengar Sabda Allah dan untuk memegang perjanjian denganNya.
9
Kedua, panggilan dan perutusan kita adalah wartakan Kerajaan Allah. Tanda-tanda Kerajaan itu adalah membebaskan mereka yang menderita, sakit, lemah, dan mati. Dalam hal ini yang menjadi tokoh teladan adalah Kristus yang mati untuk orang lemah, berdosa, dan durhaka.
10
Ketiga, dimensi ekologis bacaan hari ini adalah padang gurun, kemah, gunung, saya raja wali, harta, kerajaan, domba, gembala, tuaian, jalan, kota. Alam telah berkorban dan memberi kita cuma-cuma. Ia memberi air, makanan, udara, cahaya kepada orang lemah dan kuat, durhaka dan kudus, orang sakit, orang sehat dan orang benar dan orang salah, kepada orang baik dan jahat. Bumi dan isinya adalah harta milik Allah. Saat kita lemah, alam memberi kita makanan dan minuman supaya kuat. Saat kita sakit, dia memberi kita obat supaya sembuh. Karena itu kita jangan membuat alam menjadi sakit, lemah, dan rusak. Karena kusta nafsu kita. Mari kita jadikan alam sebagai harta, saudara, dan sahabat kesayangan kita. Itulah sayap rajawali yang merawat kehidupan.

