Oleh: Ima Rifai
Staf guru di SMA Katolik St. Josef Freinademetz Tambolaka, Sumba Barat Daya
(Kamis, 11 Desember 2025), pelaksanaan gelar karya pembelajaran mendalam di SMK Negeri 2 Wewewa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh semua jenjang sekolah dari PAUD sampai SMA/SMK Sekabupaten Sumba Barat Daya.
Saya sendiri masuk di kelompok 1 SMA/SMK, dengan nama stand kami Rumpun Guru Deep Learning(RUDAL). Moto yang kami pilih, Semakin mendalam, semakin menggembirakan. Gelar karya ini menjadi pengalaman pertama dalam hidup saya.
Sebagai pendidik maupun sebagai peserta pelatihan pembelajaran mendalam, saya berupaya menghadirkan ruang belajar yang lebih bermakna bagi murid.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang untuk memamerkan hasil karya dari peserta pelatihan dan hasil karya dari murid, tetapi juga sebuah proses internalisasi nilai, penguatan kompetensi, serta penegasan kembali bahwa pembelajaran yang baik harus menempatkan murid sebagai pusat utama dalam setiap prosesnya.
Dalam mempersiapkan gelar karya Bapak dan Ibu peserta pelatihan menyiapkan dengan sungguh- sungguh hasil karya atau kerja yang sudah dikerjakan dari IN 1, OJT dan IN 2, ada juga hasil karya dari murid yang Bapak dan Ibu guru bawah dari sekolah masing -masing untuk dipajang di stand kelompok masing – masing agar bisa dilihat para pengunjung, saat kegiatan gelar karya berlangsung. Saya menyadari bahwa gelar karya memberikan gambaran yang sangat nyata mengenai perkembangan kompetensi murid dan guru.
Melalui presentasi, saya dapat melihat peningkatan kemampuan komunikasi, keberanian untuk berbicara di depan umum, serta keterampilan problem solving yang mereka bangun selama proses gelar karya.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan ruang refleksi bagi saya tentang bagaimana merancang pembelajaran yang lebih bermakna.
Saya belajar bahwa pembelajaran mendalam menuntut integrasi lintas disiplin dan situasi dunia nyata.
Kalau di sekolah dimana murid tidak hanya menghafal materi, tetapi benar-benar memahami konteks dan mampu menghubungkannya dengan pengalaman mereka.
Hasil karya yang mereka tampilkan memperlihatkan bagaimana konsep-konsep abstrak dapat diwujudkan dalam bentuk nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Gelar karya juga memperkuat hubungan sosial dan emosional guru – guru. Kolaborasi antar sekolah mengajarkan pentingnya kerja sama, saling mendukung, serta menghargai perbedaan demi kemajuan pendidikan di kabupaten Sumba Barat Daya.
Saya melihat bahwa proses ini menumbuhkan karakter-karakter penting seperti tanggung jawab, ketekunan, dan empati. Terlebih lagi, ketika Bapak dan Ibu guru saling mengapresiasi karya masing – masing yang dipajang stand, terlihat jelas bahwa suasana belajar yang positif dapat meningkatkan motivasi.
Secara keseluruhan, pelaksanaan pembelajaran mendalam ini telah memberikan dampak positif bagi murid maupun bagi Bapak/Ibu sebagai pendidik.
Saya mengapresiasi dedikasi dan keterbukaan Bapak/Ibu dalam mengimplementasikan pendekatan ini.
Semoga refleksi dan umpan balik ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan praktik pembelajaran yang semakin efektif, relevan, dan bermakna.
Saya percaya bahwa dengan komitmen yang terus dijaga, kualitas pembelajaran akan semakin meningkat dan memberikan manfaat besar bagi murid.
Pada akhirnya, kegiatan gelar karya ini memberi pelajaran bahwa pembelajaran mendalam tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membentuk proses berpikir, karakter, dan kesadaran.
Sebagai pendidik, saya merasa terdorong untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki strategi pembelajaran agar lebih inklusif, relevan, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad 21.
Gelar karya ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan momentum untuk terus bertumbuh. Saya percaya bahwa dengan pembelajaran mendalam, murid akan menjadi individu yang lebih adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Umpan Balik dari Para Pengunjung
Para pengunjung yang mengunjungi stand gelar karya memberikan beragam tanggapan positif terkait hasil karya dan cara penyajiannya.
Sebagian besar pengunjung mengapresiasi kreativitas guru dan murid dalam menampilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki makna dan relevansi dengan tema pembelajaran.
Mereka menyampaikan bahwa karya yang ditampilkan menunjukkan proses berpikir yang matang serta pemahaman mendalam terhadap materi yang dipelajari.
Beberapa pengunjung mencatat bahwa presentasi yang diberikan oleh guru cukup jelas, runtut, dan mudah dipahami.
Namun, ada juga masukan konstruktif yang diberikan. Beberapa pengunjung juga memberikan masukan terkait penataan stand, agar tampil lebih rapi dan informatif, misalnya dengan menambahkan label, poster penjelas, atau alur cerita yang lebih jelas sehingga pengunjung dapat memahami konteks tanpa harus bertanya terlebih dahulu.
Secara umum, umpan balik yang diberikan menunjukkan bahwa gelar karya memberikan pengalaman positif bagi para pengunjung. Mereka menyampaikan rasa bangga dan kagum terhadap usaha, kreativitas, dan keberanian guru dan murid.
Kegiatan ini dinilai mampu menampilkan hasil pembelajaran secara nyata serta memberikan ruang bagi guru dan murid untuk berkembang.
Umpan balik yang diterima diharapkan menjadi bahan perbaikan bagi pelaksanaan gelar karya berikutnya, baik dalam aspek penyajian, komunikasi, maupun pengelolaan stand, dengan perbaikan berkelanjutan, gelar karya dapat menjadi ajang yang semakin menarik, bermakna, dan inspiratif bagi semua pihak yang terlibat.

