Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Identitas Jasad Perempuan yang Ditemukan di Perairan Pulau Serai Terungkap
Regional NTT

Identitas Jasad Perempuan yang Ditemukan di Perairan Pulau Serai Terungkap

By Redaksi29 Desember 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jenazah korban tenggelamnya Kapal KM Putri Sakinah saat tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Senin, 29 Desember 2025 (Foto: Dok. Tim SAR)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Jasad perempuan yang ditemukan nelayan di Perairan Pulau Serai, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Senin pagi, 29 Desember 2025, telah teridentifikasi.

Kepolisian memastikan jenazah tersebut merupakan salah satu penumpang KM Putri Sakinah yang dilaporkan hilang sejak tenggelam di Selat Padar pada Jumat, 26 Desember 2025.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang mengatakan, identitas korban berhasil diungkap dalam waktu kurang dari 24 jam setelah penemuan.

“Kurang dari 24 jam, kami berhasil mengungkap identitas jenazah yang ditemukan nelayan di Perairan Pulau Serai,” kata Christian.

Menurut dia, proses identifikasi dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat yang melibatkan unsur Dokkes dan Inafis.

“Dari pencocokan antemortem didapatkan kecocokan data sekunder seperti warna rambut korban, anting, kalung, gelang dengan tulisan berbahasa Spanyol, dan ciri-ciri khusus lainnya,” ungkapnya.

Selain data sekunder, kepolisian juga mencocokkan data primer korban.

Dia menambahkan, pengungkapan itu juga berdasarkan hasil pencocokan data primer seperti data identitas diri termasuk sidik jari dan dinyatakan identik dengan salah satu korban.

Pencocokan sidik jari turut melibatkan basis data Kedutaan Besar Spanyol.

“Kita juga mencocokan data sidik jari yang ada di data base Kedutaan Besar Spanyol agar memastikan identitas dari jenazah tersebut,” sambung Ajun komisaris besar polisi itu.

Christian menyebutkan pihak keluarga korban telah dihubungi dan memastikan identitas jenazah tersebut.

“Keluarga korban sudah memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan kerabatnya,” tuturnya.

Berdasarkan data operasi pencarian dan pertolongan, korban merupakan salah satu penumpang yang dilaporkan hilang dalam peristiwa tenggelamnya kapal wisata tersebut.

“Jenazah ini merupakan salah satu korban dari tenggelamnya Kapal Pinisi KM. Putri Sakinah di Selat Padar yang hanyut sampai ke Perairan Pulau Serai,” jelas Alumni Akpol angkatan 2006 itu.

Saat ini, jenazah korban dititipkan di RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo.

“Kami masih menunggu petunjuk dari pihak keluarga dan Kedutaan Besar Spanyol yang ada di Jakarta,” ujarnya.

Hingga Senin, operasi pencarian dan penyelamatan korban KM Putri Sakinah telah memasuki hari ketiga. Dari total 11 orang di atas kapal, tujuh orang berhasil selamat.

“Sementara itu, setelah ditemukan salah satu korban, total korban yang hilang kini tersisa 3 orang yang belum ditemukan” sebut AKBP Christian.

KM Putri Sakinah merupakan kapal pinisi bermesin dengan ukuran 27 Gross Tonnage (GT) yang mengangkut 11 orang, terdiri atas enam wisatawan asal Spanyol, satu pemandu wisata, serta empat anak buah kapal termasuk nakhoda. Kapal tersebut tenggelam saat berlayar dari Pulau Kambing menuju Pulau Komodo, tepatnya di perairan Selat Padar.

Cuaca buruk disertai gelombang tinggi diduga menjadi penyebab utama tenggelamnya kapal. Lokasi kejadian berada di sebelah barat Pulau Flores pada koordinat 08°36’35.26″S – 119°36’42.84″E atau sekitar 23 mil laut ke arah barat dari Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo.

Penulis: Sello Jome

Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat Polres Mabar Pulau Padar Tim SAR Tim SAR Gabungan
Previous ArticleMahasiswi Muslim Ikut Koor Natal Viral, Ketua MUI Manggarai Timur Kecam Kampus Unika Ruteng
Next Article Cari Korban KM Putri Sakinah di Selat Padar, Polisi Terjunkan Drone Bawah Air

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.