Oleh: Veronika Yana Bulu
Peserta didik SMA Katolik St. Josef Freinademetz- Tambolaka, Sumba Barat Daya
Hal yang urgen bagi kaum remaja dewasa ini adalah Pendidikan karakter. Dikatakan demikian karena karakter sebagai pondasi untuk menghantar kaum remaja menjadi manusia yang baik.
Karakter mesti menyata dalam seluruh sikap, tutur kata, dan tindakan di dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan yang terjadi dalam hidup setiap hari turut membentuk karakter kaum remaja secara otomatis. Maka pendidikan harus mengutamakan pada nilai-nilai karakter.
Dalam dunia dewasa hari ini realitas menunjukkan, bahwa banyak remaja yang menganggap remeh akan adanya pendidikan karakter.
Padahal pendidikan karakter dapat membentuk pribadi seseorang menjadi mandiri, percaya diri serta berani untuk mengambil keputusan.
Pada usia ini, rasa penasaran remaja yang begitu besar terhadap hal- hal baru yang terlintas di media sosial, dan terkadang tak terkendalikan.
Kebiasaan macam ini yang menjadi keresahan dari orangtua dan masyarakat sekitar. Padahal, kaum remaja yang memiliki karakter baik di masa kini, akan menata hidupnya dengan baik pula karena telah memiliki dasar nilai-nilai karakter yang tertanam sejak usia dini.
Urgensitas pendidikan karakter dapat menetukan kepribadian kaum remaja. Keluarga menjadi tempat terbentuknya Pendidikan pertama.
Tanpa keluarga, awal pendidikan karakter tak berjalan sesuai yang diharapkan. Maka di sini peran keluarga sangat penting untuk menanamkan dasar nilai-nilai karakter.
Keluarga tidak boleh membiarkan anak berjalan sendiri dalam keseharian pencarian identitas diri yang sesungguhnya.
Selain keluarga, dan sekolah, masyarakat juga punya peran dalam menata karakter kaum remaja. Karena masyarakat sebagai tempat bertumbuhnya kaum remaja.
Jadi, lingkungan masyarakat yang bagus akan memberikan dampak positif dalam pertumbuhan dan pembentukan karakter.
Bukan hanya dengan cara memberikan nasihat tetapi juga menjadi teladan bagi para remaja.
Segala sesuatu yang terjadi di lingkungan masyarakat dapat direkam secara otomatis oleh kaum remaja yang sedang dalam masa- masa pertumbuhan.
Maka itu masyarakat harus menjadi rumah yang nyaman bagi kaum remaja.
Namun dewasa ini sering ditemukan bahwa remaja gampang terpengaruh dengan lingkungan, gencarnya tawaran media sosial, dan pergaulan bebas.
Fenomena ini menampilkan akan lemahnya pendidikan karakter yang ditanam di dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Hal ini menyebabkan keresahan dunia sekitar akan pentingnya peran dari beberapa lembaga tersebut.
Oleh karena itu ketiga lembaga (keluarga, sekolah, dan masyarakat) harus bekerja sama dalam menyiapkan ruang bagi kaum remaja untuk bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berkarakter baik dalam keseluruhan hidupnya.
Karena tanpa pendidikan karakter yang kuat, remaja akan kehilangan nilai- nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap sesama.
Nilai-nilai itu seharusnya dibiarkan bertumbuh dan berkembang di dalam keluarga- keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Begitu banyak kaum remaja yang cerdas dalam akademik tetapi lemah dalam sikap dan etika. Fenomena seperti perundungan masih saja terjadi di sekolah, kekerasan dan penyalahgunaan teknologi, ini menyebabkan penurunan sopan santun dan saling menghargai satu dengan yang lain.
Maka adanya pendidikan karakter, remaja bukan hanya pintar dalam akademik tetapi juga beraklah baik.
Oleh karena itu, pendidikan karakter harus menjadi prioritas dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat. Nilai-nilai seperti disiplin, empati, kerja keras, sopan santun, jujur, rasa memiliki, dan tanggung jawab, perlu diajarkan dan dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tidaklah cukup kalau hanya berbicara secara terus- menerus tentang nilai-nilai karakter setiap hari tanpa ada perubahan dalam diri kaum remaja.
Semoga ketiga lembaga pendidikan (keluarga, sekolah, dan masyarakat) menjadi rumah yang menyenangkan bagi kaum remaja untuk berekspresi menjadi pribadi yang berkarakter baik dalam hari- hari hidup selanjutnya.

