Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Berakar ke Bawah, Bertumbuh dari Dalam
Gagasan

Berakar ke Bawah, Bertumbuh dari Dalam

By Redaksi11 Februari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Inosensius Sutam
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

(Pekan V, Masa Biasa Tahun A; Rabu, 10 Februari 2026; 1 Raj 10:1-10; Mzm 37:5-6.30-31.39-40; Mrk 7: 14-23)

Oleh: Rm. Inosensius Sutam

1

Bacaan hari ini (1 Raj 10:1-10; Mrk 7: 14-23) mengajak kita untuk menumbuhkan benih kebijaksanaan dalam hati, jiwa, dan roh kita. Seperti benih, kita harus memasuki tanah, berakar ke bawah, dan bertumbuh dari dalam tanan. Semakin berakar, semakin mendalam, semakin bertumbuh, bertunas, berdaun, berbunga, dan berbuah. Itulah spiritualitas hidup sebuah pohon kehidupan.

2

Salamo dalam bacaan pertama (1 Raj 10:1-10) berakar dan bertumbuh dalam kebijaksanaan. Sehingga ia kerindangan daunnya, semerbak bunganya, dan kepadatan buahnya dilihat banyak orang termasuk Ratu Negeri Syeba. Karena kedalaman akar kehidupan maka ia dapat menjawab semua pertanyaan sang ratu. Sang Ratu pun memuji kebijaksanaannya yang dinilainya lebih besar dari yang didengarnya. Sang Ratu pun memberinya hadiah: emas, permata, dan rempah-rempah. Itulah buah dari pohon kebijaksanaan.

3

Dalam bacaan Injil (Mrk 7: 14-23), Yesus Kristus menandaskan bukan apa yang masuk ke dalam tubuh/mulut kita yang menajiskan kita tetapi apa yang keluar dari dalam diri kita. Makanan dan minuman tidak dapat menajiskan kita. Sebaliknya hati, jiwa, roh, pikiran kitalah yang menyebabkan kenajisan. Benih kenajisan bisa tumbuh dalam hati kita: benci, dendam, irihati, curiga, dll. Semua itu bisa merendahkan bahkan menghilangkan kualitas kemanusiaan kita.

4

Kedua bacaan hari ini mengajak kita untuk:
Pertama, menjadi diri sendiri. Setiap kita unik dan tak tergantikan. Untuk itu masuklah ke dalam diri kita sendiri. Memeriksa hati, batin, jiwa, dan roh. Agar hidup itu berakar dalam spiritualitas yang benar, sehingga ia bisa bertumbuh dalam jalan moral yang benar.

5

Kedua, jika semua yang keluar dari diri kita tumbuh dari hati yang bening, jiwa yang bening, pikiran jernih, dan roh yang jujur, maka semuanya pasti berbuah. Walaupun menyakitkan banyak orang. Apa yang datang dari luar, yang dikenakan oleh orang panah kita sebagai fitnah, penggiringan opini negatif, dll. tentang kita, tidak akan menghancurkan hidup kita. Fakta hidup kita, ada pada diri kita sendiri, bukan pada orang yang tidak menghidupinya.

6

Marilah mengendapkan hal-hal baik pada diri kita supaya diri kita bisa berakar dalam kesucian, dan bertumbuh dari dalam kebaikan moral, dan berbuahkan keindahan hidup.

Ino Sutam Inosensius Sutam
Previous ArticleBenny Harman: Jurnalis Berperan Jaga Hukum dan Pluralisme di Labuan Bajo
Next Article Janji Setia di Kaki Altar, Orkestrasi Iman Menjelang Penahbisan Mgr. Yohanes Hans Monteiro

Related Posts

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Pastor Sumber Ajaran Moral, Jangan Bela Pelaku TPPO

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.