Ruteng, VoxNTT.com – Profil desa penting dipublikasikan karena menjadi gambaran utuh tentang identitas, potensi, kondisi sosial, serta arah pembangunan suatu wilayah.
Dokumen ini tidak sekadar berisi data administratif, tetapi juga merekam sejarah, karakter masyarakat, sumber daya alam, ekonomi lokal, hingga tantangan yang dihadapi desa.
Dengan adanya profil desa yang jelas dan terdokumentasi dengan baik, pemerintah desa memiliki dasar yang kuat untuk merencanakan program pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Selain itu, profil desa berfungsi sebagai sumber informasi bagi pihak luar, seperti pemerintah daerah, investor, akademisi, maupun lembaga swadaya masyarakat yang ingin memahami kondisi desa sebelum menjalin kerja sama.
Informasi yang lengkap dapat membuka peluang dukungan pendanaan, pengembangan potensi wisata, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kualitas layanan publik.
Penulisan profil desa juga penting untuk memperkuat rasa memiliki dan kebanggaan masyarakat terhadap desanya.
Ketika sejarah, budaya, dan potensi lokal terdokumentasi dengan baik, masyarakat akan lebih terdorong untuk menjaga warisan tersebut sekaligus berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
Profil desa pada akhirnya bukan hanya dokumen formal, tetapi menjadi alat strategis untuk memperkenalkan desa kepada dunia sekaligus peta jalan menuju kemajuan bersama.
Berikut VoxNtt.com menyajikan profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai;
1. Data Umum
Nama Desa: Paka
Kecamatan: Satarmese
Kabupaten: Manggarai
Provinsi: Nusa Tenggara Timur
2. Pemerintahan Desa
Kepala Desa: Paulus Lembo
Sekretaris Desa: Yosefina Kiting
Perangkat Desa: 8 orang
3. Dana Desa Tahun Anggaran 2026
DDS: –
PBHRD: Rp27.020.000
ADD: –
4. Peraturan Desa
*Perdes Perubahan Pendirian BUMDes Lonto Leok Paka Nomor 1 Tahun 2025
*Perdes APBDES Perubahan Nomor 2 Tahun 2025
*Perdes RKPDES Nomor 3 Tahun 2025
*Perdes APBDES Nomor 4 Tahun 2025
5. Pelayanan Publik
*Pelayanan administrasi memiliki agenda surat keluar dan surat masuk
*Pelayanan Posyandu di empat pos pelayanan seperti Tadokembo, Cepang, Paka, dan Tadonunang
*Pelaksanaan pelayanan posyandu dilakukan sekali setiap bulan
6. Geografi dan Wilayah
Desa Paka merupakan salah satu desa di Kecamatan Satarmese yang memiliki karakteristik wilayah dataran rendah yang subur.
*Luas wilayah: 944,845 ha
*Luas lahan pemukiman penduduk: 25 Ha
*Luas lahan pertanian: 887,84 Ha
*Luas lahan fasilitas umum: 7,005 Ha
Dan lain-lain: 25 Ha
Jarak Orbitasi:
*Ke Pusat Kecamatan: ± 5,0 km.
*Ke Ibukota Kabupaten (Ruteng): ± 30,0 km.
Pembagian Wilayah:
Desa ini terdiri dari empat dusun utama:
*Dusun Tadokembo
*Dusun Cepang
*Dusun Paka (Pusat Desa)
*Dusun Tadonunang
*8 wilayah RT
Batas Wilayah
*Utara: berbatasan dengan Desa Ponggeok
*Selatan: berbatasan dengan Desa Iteng
*Timur: berbatasan dengan Wae Cunca dan Wae Mese
*Barat: Berbatasan dengan Desa Tal
7. Demografi
Berdasarkan data terbaru, Desa Paka memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi untuk ukuran pedesaan di Manggarai.
*Kepadatan Penduduk: ± 269,17 jiwa/km²
*Jumlah Penduduk: 2.441 jiwa
Komposisi Gender:
*Laki-laki: 1.181 jiwa
*Perempuan: 1.260 jiwa
*Jumlah KK: 607
Struktur Usia:
*Anak-anak: 548 jiwa
*Usia produkrif: 1.353 jiwa
*Lansia: 358 jiwa.
Tingkat Pendidikan
*Tamat SD: 358 orang
*Tamat SMP: 198 orang
*Tamat SMA: 257 orang
*Lulusan Perguruan Tinggi: 92 orang
Struktur Pekerjaan
*Buruh tani: 1.919 orang
*PNS: 60 orang
*Pedagang: 12 orang
*Montir: 4 orang
*Dan lain-lain: 472 orang
Agama:
Mayoritas penduduk beragama Katolik, mengikuti karakteristik umum masyarakat di Kabupaten Manggarai.
*Agama Katolik: 2.427 orang
*Agama Protestan: 8 orang
*Agama Islam: 6 orang
8. Potensi Ekonomi dan Pertanian
Desa Paka dikenal sebagai salah satu desa strategis dalam menyokong ketahanan pangan di Kabupaten Manggarai.
*Sektor Utama: Pertanian, hortikultura, dan perkebunan.
*Lumbung Beras: Dari total luas wilayahnya, sekitar 887,84 Ha (termasuk area kelola masyarakat) digunakan untuk persawahan. Hal ini menjadikan Paka sebagai salah satu penghasil beras terbesar di wilayah Satarmese.
*Komoditas Lain: Selain padi, masyarakat juga mengusahakan tanaman hortikultura dan perkebunan rakyat.
*Kondisi Alam: Meskipun memiliki sumber air yang melimpah (irigasi Wae Mantar dari pegunungan Satarmese), tantangan utama petani masih berkisar pada modernisasi alat pertanian dan ketergantungan pada pupuk subsidi.
*Peternakan: babi, ayam, sapi.
9. Fasilitas dan Infrastruktur
*Pendidikan: Tersedia sarana pendidikan dasar SDK Donbosco Paka, pendidikan menengah SMPN 12 Paka, dan PAUD Desa yang melayani anak-anak dari empat dusun dan sekitarnya.
*Kesehatan: Pelayanan kesehatan dasar didukung oleh keberadaan Pustu (Puskesmas Pembantu) atau Polindes di tingkat desa.
*Listrik: Sebagian besar wilayah sudah teraliri listrik PLN, meskipun beberapa titik dusun terpencil (seperti area di Dusun Tadokembo dan kampung Satarloleng) dilaporkan masih membutuhkan perluasan jaringan tiang listrik.
*Akses Jalan: Desa ini dapat diakses melalui jalur transportasi darat yang menghubungkan pusat kecamatan Satarmese dengan wilayah pesisir selatan Manggarai.
*Sumber Air Bersih: PDAM (Wae Ganggong) untuk kebutuhan rumah tangga setiap hari, kecuali Kampung Satarloleng di Dusun Cepang yang masih mengalami kendala air bersih walaupun telah terinstalasi jaringan PDAM dan Irigasi Wae Mantar untuk kebutuhan persawahan warga.
10. Sosial Budaya
*Masyarakat Desa Paka memegang teguh adat istiadat Manggarai.
*Bahasa: Bahasa sehari-hari adalah Bahasa Manggarai dengan dialek lokal Satarmese.
*Tradisi: Masih kental dengan ritus-ritus adat seperti Penti (syukur panen) dan upacara-upacara terkait siklus kehidupan (kelahiran, pernikahan, kematian, acara pesta sekolah).
11. Identifikasi Masalah
Kepala Desa Paka, Paulus Lembo, memetakan tiga persoalan krusial yang tengah dihadapi wilayahnya saat ini.
Ketiga masalah tersebut mencakup aspek sosial, ekonomi, hingga sektor pertanian yang menjadi tumpuan warga.
Dalam keterangannya, Paulus merinci poin-poin tantangan tersebut sebagai berikut:
Pertama, lemahnya SDM dan partisipasi warga. Menurutnya, rendahnya kualitas sumber daya manusia berdampak pada menurunnya semangat gotong royong warga dalam pembangunan desa.
Kedua, kendala modal usaha. Ia mengatakan, sektor ekonomi mikro di Desa Paka sulit berkembang akibat terbatasnya akses permodalan bagi pelaku usaha kecil.
Ketiga, ancaman hama pertanian. Ia menjelaskan, para petani mengeluhkan minimnya penanganan terhadap serangan hama yang merusak tanaman padi dan pisang, yang mengancam produktivitas lahan.
“Saya berharap adanya sinergi antara pemerintah desa dan pihak terkait untuk segera mencari solusi atas persoalan-persoalan tersebut demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Paka,” ujar Paul, sapaan karib Kades Paka itu.
Penulis: Herry Mandela

