Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa
Gagasan

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

By Redaksi28 Juni 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Inosensius Sutam
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Rm. Inosensius Sutam

(Minggu, MB XIII, 28 Juni  2026, Tahun A; 2 Raj 4:8-11-16a; Mzm 89:2-3.16-17.18-19; Mat 10:37-42)

Alam telah melakukan tiga kebajikan yang menjadi tanda-tanda hidup. (a) Ia mengasihi manusia dan memberikan nyawanya demi nyawa orang lain. Hewan dan tumbuhan mati setiap hari untuk manusia. (b) Alam menerima manusia dan memberikan dirinya sebagai rumah tumpangan bagi manusia. (c) Alam telah memberi air, makanan, udara, cahaya, dan segalanya. Mari kita mengasihi alam, menyambutnya dalam hati kita, dan memberi kepadanya hak untuk hidup layak.

1

Kebajikan Hidup

Kebajikan hidup adalah menjadi berarti bagi orang lain. Memberi keamanan dan kenyamanan bagi orang lain. Tiga kebajikan yang ditawarkan oleh bacaan hari ini mengasihi sampai mati demi orang lain, hospitalitas (menyambut dan menerima orang lain), dan dermawan (memberi kepada orang lain). Kebajikan ini dilakukan pertama-tama kepada Tuhan, kepada orang lain yang menjadi utusan Tuhan, dan dengan itu kebajikan akan menjadi benar dan berdampak semakin besar untuk dibagikan kepada semua orang.

2

Ruang Atas: Antara Hospitalitas dan Janji Anak

Dalam bacaan pertama, Nabi Elisa pergi ke Sunem. (a) berjumpa dengan seorang wanita kaya; (b) perempuan dan suaminya mengethui bahwa ia seorang dan mneyediakan sebuah ruangan atas bagianya; (c) Elisa mencaritahu pada hambanya, Gehazi, apa yang dibutuhkan oleh sang perempuan; (d) ternyata mereka tidak mempunyai anak; (e) Perempuan itu dipanggil dan Elisa berjanji bahwa tahun depan ia akan mempunyai anak laki-laki.

3

Satu dengan Kristus dalam Kematian dan KebangkitanNya

Dalam bacaan kedua, St. Paulus mengatakan bahwa (a) semua yang dibaptis dalam Kristus dibaptis dalam kematianNya. (b) Tetapi oleh RohNya kita juga dibangkit bersama Dia untuk hidup secara baru; (c) Kita satu dengan Kristus dalam kematianNya, satu juga dengan Dia dalam kebangkitanNya. (d) Kita mati bagi dosa, dan hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

4

Upah Kasih dan Perbuatan Baik

Yesus menyampaikan tiga pokok kebajikan: (a) mengasihi: [i] yang dikasihi secara natural, kultural, dan psikologis adalah  diri sendiri, orang terdekat orang tua dan anak. [ii) Namun kasih kepada Kristus harus lebih dari kasih ini, jika tidak, ia tidak layak bagiNya.

5

(b) hospitalitas: sikap terbuka, dan  ramah dalam menerima tamu. Ada lima orang yang diterima, yaitu [i] murid Kristus, [ii] Kristus sendiri, [iii] Allah, [iv] nabi, [v] orang benar. [vi] Mereka akan menerima upahnya sebagaimana rahmat yang diberikan kepada semua orang ini.

6
(c) sikap dermawan: memberi sesuatu kepada sesame, karena dia murid Kristus, ia tidak kehilangan upahnya.

7

Kebajikan alam: mengasihi, menerima, dan memberi

Pesan bacaan hari ini …..
Pertama, hidup kita diwarnai oleh dosa dan kebajikan. Dosa berarti kematian. Kebajikan berart hidup. Dalam bacaan kedua tadi, letak penebusan Kristus ialah, dalam Dia, kita mati bagi dosa   dan hidup secara baru dan selamanya dalam kemuliaan Bapa. Menurut bacaan pertama dan Injil, kebajikan yang adalah tanda-tanda kehidupan itu adalah kasih, hospitalitas, dan dermawan.

8

Kedua, bangkit dan hidup secara baru dalam Kristus berarti mengasihi Tuhan pertama, menyambut dan berdermawan kepada utusan Tuhan dan orang benar. Selanjutnya dengan kasih, dermawan, dan hospitalitas kepada Tuhan itu, kita akan mengasihi, berdermawan, dan menerima diri dan sesama dengan benar, baik dan indah.

9

Ketiga, dimensi ekologis bacaan hari adalah nama wilayah (Sunem), kamar atas, dinding batu, meja, kursi, kandil. Alam telah melakukan tiga kebajikan yang menjadi tanda-tanda hidup. (a) Ia mengasihi manusia dan memberikan nyawanya demi nyawa orang lain. Hewan dan tumbuhan mati setiap hari untuk manusia. (b) Alam menerima manusia dan memberikan dirinya sebagai rumah tumpangan bagi manusia. (c) Alam telah memberi air, makanan, udara, cahaya, dan segalanya. Mari kita mengasihi alam, menyambutnya dalam hati kita, dan memberi kepadanya hak untuk hidup layak.

Ino Sutam Inosensius Sutam
Previous ArticleFransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT
Next Article Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

Related Posts

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Bahasa Kasih Pascagempa Flores

23 Agustus 2026

Tema HUT ke- 81 RI 17 Agustus 2026 Tidak Relevan

18 Agustus 2026
Terkini

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026

Penanganan Masih Jauh dari Ideal, Pemerintah Diminta Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores

1 September 2026

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.