Kupang, VoxNTT.com – Kapolsek Amarasi Timur, Aipda Fransiskus X. Lanto bersama personel piket Polsek Amarasi Timur melakukan patroli sekaligus memantau pelaksanaan Camp Pemuda GMIT se-Klasis Amarasi Timur di Gereja Pniel Koka, Senin malam, 29 Juni 2026.
Patroli yang dimulai sekitar pukul 22.00 Wita itu dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
“Camp Pemuda GMIT se-Klasis Amarasi Timur digelar sebagai wadah pembinaan generasi muda gereja agar mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan jemaat maupun masyarakat,” ujar Fransiskus.
Menurut Fransiskus, kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 38 gereja di wilayah Klasis Amarasi Timur. Setiap gereja mengirimkan sekitar 20 hingga 50 peserta sehingga jumlah peserta diperkirakan mencapai 1.600 orang.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek menyampaikan sejumlah pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia mengajak para peserta menjaga keamanan lingkungan masing-masing serta segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas atau personel Polsek apabila terjadi gangguan kamtibmas agar dapat diselesaikan sesuai prosedur hukum tanpa tindakan main hakim sendiri.
“Peserta diingatkan untuk tidak terlibat dalam praktik perjudian, tidak menjual maupun mengonsumsi minuman keras karena berpotensi memicu gangguan kamtibmas dan tindak pidana,” ujarnya.
Selain itu, Fransiskus mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap berbagai modus penipuan melalui media sosial, seperti penawaran kendaraan murah, undian berhadiah, dan beasiswa palsu. Masyarakat juga diimbau mengandangkan atau mengikat ternak sapi dan babi untuk mencegah pencurian ternak.
Camp Pemuda GMIT se-Klasis Amarasi Timur tahun ini diselenggarakan oleh Gereja Pniel Koka sebagai tuan rumah di bawah kepemimpinan Pendeta Yane O. Ton Lakapu.
“Selama kegiatan patroli dan pemantauan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar,” pungkasnya.
Penulis: Ronis Natom

