Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sorotan»Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan
Sorotan

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

By Redaksi29 Juni 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo saat melayat almarhumah dr. Icha di RSS Baumata, Kabupaten Kupang (Foto: Facebook Dr. Christian Widodo)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, VoxNTT.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan tidak boleh ada siapa pun, baik pejabat, atasan, maupun masyarakat, yang menggunakan jabatan atau pengaruhnya untuk mengintimidasi tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas.

Pernyataan itu disampaikan Christian menyusul meninggalnya dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha yang menjadi perhatian publik.

Menurut Christian, kritik terhadap pelayanan kesehatan merupakan hal yang wajar. Namun, penyampaiannya harus dilakukan secara bermartabat dan melalui mekanisme yang berlaku, bukan dengan ancaman, tekanan, ataupun tindakan yang merendahkan martabat tenaga kesehatan.

“Saya mendukung pemerintah setempat dan keluarga untuk mengusut tuntas Kasus ini,” ujar Christian dikutip dari akun Facebooknya “Dr. Christian Widodo”.

Christian menilai peristiwa tersebut harus menjadi alarm bagi semua pihak. Menurut dia, pemerintah daerah, rumah sakit, organisasi profesi, dan masyarakat perlu bersama-sama membangun lingkungan kerja yang lebih sehat dan manusiawi bagi tenaga kesehatan.

Ia mengaku langsung mendatangi rumah duka setelah menerima kabar wafatnya dokter Icha.

“Hari pertama begitu mendengar kabar duka, saya dan istri langsung melayat ke rumah duka,” katanya.

Meski peristiwa itu terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Christian mengatakan dirinya turut merasakan duka mendalam sebagai sesama dokter.

Ia menilai profesi tenaga kesehatan tidak hanya menuntut ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga ketangguhan dalam menghadapi berbagai situasi saat menjalankan tugas. [VoN]

Christian Widodo Kematian Dokter Icha Wali Kota Kupang
Previous ArticleGubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

Related Posts

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026
Terkini

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.