Kota Kupang, VoxNTT.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan tidak boleh ada siapa pun, baik pejabat, atasan, maupun masyarakat, yang menggunakan jabatan atau pengaruhnya untuk mengintimidasi tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas.
Pernyataan itu disampaikan Christian menyusul meninggalnya dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha yang menjadi perhatian publik.
Menurut Christian, kritik terhadap pelayanan kesehatan merupakan hal yang wajar. Namun, penyampaiannya harus dilakukan secara bermartabat dan melalui mekanisme yang berlaku, bukan dengan ancaman, tekanan, ataupun tindakan yang merendahkan martabat tenaga kesehatan.
“Saya mendukung pemerintah setempat dan keluarga untuk mengusut tuntas Kasus ini,” ujar Christian dikutip dari akun Facebooknya “Dr. Christian Widodo”.
Christian menilai peristiwa tersebut harus menjadi alarm bagi semua pihak. Menurut dia, pemerintah daerah, rumah sakit, organisasi profesi, dan masyarakat perlu bersama-sama membangun lingkungan kerja yang lebih sehat dan manusiawi bagi tenaga kesehatan.
Ia mengaku langsung mendatangi rumah duka setelah menerima kabar wafatnya dokter Icha.
“Hari pertama begitu mendengar kabar duka, saya dan istri langsung melayat ke rumah duka,” katanya.
Meski peristiwa itu terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Christian mengatakan dirinya turut merasakan duka mendalam sebagai sesama dokter.
Ia menilai profesi tenaga kesehatan tidak hanya menuntut ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga ketangguhan dalam menghadapi berbagai situasi saat menjalankan tugas. [VoN]

