Borong, VoxNTT.com – Kasus bunuh diri dan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Manggarai Timur, NTT, terus terjadi.
Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Manggarai Timur, Pranata Kristiani Agas membeberkan per Juni 2026, tercatat ada 9 kasus bunuh diri dan 14 kasus kekerasan pada anak dan perempuan.
“Kita tidak boleh menutup mata bahwa daerah kita sedang menghadapi tantangan berat dengan adanya eskalasi kasus bunuh diri dan tingginya angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak,” kata Kristiani dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu, 1 Juli 2026.
Menurut dia, fenomena di mana figur ayah absen secara psikologis dan emosional dalam pengasuhan menjadi salah satu akar rapuhnya mentalitas dan ruang aman bagi anak-anak. Ayah yang tidak hadir secara utuh di rumah membuat anak kehilangan benteng perlindungan utama, sehingga rentan menjadi korban kekerasan maupun terjebak dalam keputusasaan yang fatal.
“Oleh karena itu, melalui momentum Harganas ke-33 kemarin, kita menggaungkan tema mengarusutamakan peran ayah. Integrasikan pesan penguatan ketahanan keluarga dan peran aktif ayah dalam setiap karya pelayanan kita,” jelas Kristiani.
Kemudian, lanjut dia, ayah menjadi teladan. “Mulailah dari diri kita sendiri sebagai untuk hadir utuh bagi keluarga di rumah,” katanya.
Ia menerangkan, dalam menggaungkan tema ‘Ayah Wajib Hadir’ pihaknya juga mengimbau kepada semua agar tidak mendiskreditkan atau memojokkan para orangtua tunggal (single parents), khususnya para ibu tunggal di Manggarai Timur.
“Penghormatan tertinggi kepada para single mom yang selama ini telah berjuang luar biasa gandamenjadi ibu sekaligus ayah untuk menjaga anak-anak mereka tetap aman dan tangguh di tengah keterbatasan figur pasangan,” terang dia.
Ia menambahkan, pesan ‘Ayah Wajib Hadir’ itu adalah sentilan keras bagi para ayah yang ‘ada tetapi absen’ (secara sadar menelantarkan peran emosionalnya), bukan sebuah penghakiman bagi keluarga yang terpaksa berjalan tanpa ayah karena takdir kehidupan.
Tugas bersama adalah memberikan ruang dukung (support system) yang ramah bagi para single parent, agar anak-anak mereka tetap mendapatkan pengasuhan yang utuh dan terhindar dari kerentanan sosial.
“Mari kita gaungkan pesan ini agar para ayah di Manggarai Timur kembali ke meja makan, hadir mendengarkan anak-anak mereka, dan bersama-sama kita putus rantai kekerasan serta keterpurukan mental di daerah yang kita cintai ini,” imbuh dia.
Kontributor: Nansi Taris

