Labuan Bajo, VoxNTT.com – Kecelakaan tunggal lalu lintas kembali terjadi di ruas jalan raya Kampung Pateng, Desa Pateng, Kecamatan Ndoso, pada Selasa, 7 Juli 2026 sekitar pukul 11.20 Wita. Sebuah kendaraan roda enam jenis colt bak penumpang atau yang akrab dikenal masyarakat Flores sebagai “Bis Kayu” terguling di wilayah tersebut.
Kendaraan tersebut tengah mengangkut rombongan tim sepak bola lokal asal Desa Golo Ru’a yang diperkirakan berjumlah 47 orang.
Akibat insiden nahas ini, dua orang penumpang dilaporkan meninggal dunia setelah mendapatkan tindakan medis, sementara puluhan lainnya menderita luka berat hingga ringan, dan sisanya dinyatakan selamat tanpa luka.
Kasat Lantas AKP I Made Supartha Purnama membenarkan terjadinya kecelakaan maut tersebut.
“Kendaraan ini mengangkut rombongan tim sepak bola dengan estimasi muatan mencapai 47 orang. Kondisi ini sangat riskan karena sebagian penumpang berada di dalam kabin dan sebagian lainnya nekat duduk di atas atap kendaraan,” ujar AKP I Made Supartha saat dikonfirmasi pada Rabu, 8 Juli 2026 pagi
Ia menambahkan bahwa faktor topografi jalan yang menantang menjadi pemicu fatal ketika kendaraan membawa muatan di luar batas aman.
“Saat melintasi jalan menurun dan menikung tajam di Kampung Pateng, beban kendaraan menjadi tidak seimbang. Akibatnya mobil oleng ke samping dan langsung terbalik ke sisi kiri jalan,” jelasnya.
Usai mendapat informasi kata dia, aparat kepolisian bersama masyarakat setempat langsung bahu-membahu menyelamatkan para korban yang terjebak di dalam bak maupun yang terhimpit di bawah badan kendaraan yang terguling.
“Fokus utama kami saat tiba di TKP adalah menyelamatkan nyawa para korban terlebih dahulu. Kami langsung mengevakuasi seluruh korban ke fasilitas kesehatan terdekat, yakni Puskesmas Waning, untuk mendapatkan penanganan medis darurat,” kata Supartha.
Ia mengatakan, setelah berkoordinasi secara intensif dengan Kepala Puskesmas Waning, 10 korban yang mengalami luka berat harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo di Labuan Bajo demi mendapatkan penanganan medis yang lebih komprehensif.
Proses rujukan ini, kata dia, dikawal langsung oleh pihak kepolisian agar berjalan cepat dan lancar.
Meski sempat mendapatkan penanganan medis darurat di rumah sakit, nyawa dua korban, yakni Daniel Dakul (30) dan Hilarius Endro Amat (14) tidak bisa tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
“Hingga saat ini, sebanyak dua penumpang dilaporkan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit,” ungkap Supartha.
Penulis: Sello Jome

