Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa
Sastra

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

By Redaksi18 Juli 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Cantikan Christiany Dapa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Cantikan Christiany Dapa

Siswa SMA Katolik St. Josef Freinademetz Tambolaka, Sumba Barat Daya

Kau, seperti senja
Indah dan menarik.
Ada percikan cinta
Yang t’lah kau sembunyikan diantara senja

Kau, datang untuk menjemputku,
Kau, datang untuk membuatku jatuh.
Jatuh hati padamu.

Bersama senja bayangan kita terlukis
Bersama senja janji kita terucap.

Tetaplah, menjadi senja
yang membuatku nyaman
Tetaplah menjadi senja
yang mampu membuatku bersembunyi di dalamnya.

Kau, adalah senja yang indah
Bersamamu sang senja
akan indah tuk selamanya.

Tambolaka, 21 April 2026

Kau Datang Lalu Pergi

Kau datang dengan cinta.
Lalu pergi meninggalkan luka.
Kau datang dengan rasa
Lalu pergi meninggalkan rindu.

Seperti pelangi yang muncul memberi warna,
Lalu pergi dan menghilang entah kemana.
Sama seperti dirimu, datang memberi warna dalam hidupku
Lalu pergi menghilang – namun tinggal dalam bayangan.

Kau datang ke dalam hidupku
Membawa cinta dan rasa,
Membagi cerita dan tawa
Yang kian amat manis dalam benak ini.

Namun, aku dan kau
Hanya bersatu oleh perasaan
Tapi tidak didukung oleh keadaan.

Kau adalah rumah untuk ku singgah
Namun itu hanya sementara, dan tak akan menetap
Bukan karena aku tak ingin tinggal, Tapi
ada bingkai yang tak bisa kita rangkai.

Aku mencintaimu selalu
Meskipun dikala nanti kau benar-benar melupakanku.

Semua akan hilang bersama waktu yang
terus berjalan, meninggalkan jejak diatas
Sebuah kenangan.
“Hanya menjadi kenangan, bukan kehadiran nyata”.

Saat aku benar-benar pergi
Ingatlah bahwa aku adalah orang Yang
Pernah memberi warna bukan panah dihatimu.

Kita mungkin berpisah dan berasar melupakan
tapi kita Juga harus ingat bahwa kita pernah
Menjadi rumah, yang singgah menyimpan
rasa, lalu pergi.

Aku tak pernah menyesal mengenalmu
karena darimu aku belajar
“Bahwa kita adalah dua insan yang
Saling membangun rumah, namun tak akan
menetap dalam bangunan”.

Kisah kita adalah rembulan
Yang memberi keindahan, namun
Tak akan menetap.

Tambolaka, 21 Juni 2026

Cantikan Christiany Dapa SMAK St. Josef Freinademetz Tambolaka
Previous ArticleKebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

Related Posts

Elegi Luka Sang Pemaaf

19 April 2026

Tentang Pintu Kiri dan Pintu Kanan di Surga

19 April 2026

Senja di Atas Batu Sisa

13 April 2026
Terkini

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.