Ruteng, VoxNTT.com – Ribuan umat Katolik memadati Gereja Santo Antonius Padua Ri’i, Desa Bea Mese, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Senin, 27 Juli 2026, untuk mengikuti Perayaan Ekaristi Syukur Puncak Pesta Emas 50 Tahun Paroki Santo Antonius Padua Ri’i.
Perayaan lima dekade perjalanan paroki tersebut dipimpin RP Sebastian Hobahana, SVD, didampingi Pastor Paroki Santo Antonius Padua Ri’i RD Tarsi Syukur dan RD Marsel Zosimus Erot. Misa berlangsung khidmat dengan diikuti 23 imam konselebran dari berbagai paroki dan komunitas religius.
Dalam homilinya, RP Sebastian Hobahana, SVD mengajak seluruh umat menjadikan usia emas paroki sebagai momentum memperbarui komitmen iman dan pelayanan.
Menurutnya, perjalanan selama 50 tahun merupakan bukti penyertaan Tuhan sekaligus panggilan bagi umat untuk terus membangun Gereja yang hidup dan bertumbuh.
“Gereja dipanggil untuk terus berjalan bersama dalam semangat sinodal, menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta menghadirkan kasih Kristus melalui pelayanan nyata di tengah keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.
Pastor Paroki Santo Antonius Padua Ri’i, RD Tarsi Syukur, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas penyelenggaraan Tuhan yang telah menyertai perjalanan paroki selama lima dekade.
Ia mengutip pesan mendiang Paus Fransiskus sebagai refleksi perjalanan paroki.
“Ingatlah masa lalu dengan syukur. Hidupilah masa kini dengan semangat. Tataplah masa depan dengan harapan.”
RD Tarsi mengatakan, selama 50 tahun paroki mengalami pertumbuhan umat hingga sekitar 12 ribu jiwa. Menurutnya, kehidupan iman umat juga semakin dewasa yang ditandai meningkatnya partisipasi dalam kehidupan menggereja, berkembangnya doa keluarga, serta bertambahnya panggilan hidup membiara dan imamat.
Ia juga menyampaikan kebanggaannya karena Paroki Santo Antonius Padua Ri’i telah melahirkan sejumlah panggilan Gereja, termasuk Uskup Siprianus Hormat.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama para pastor yang pernah berkarya, dewan pastoral, para religius, tokoh umat, orang muda Katolik, serta seluruh umat yang menjaga semangat persaudaraan dan gotong royong.
Meski demikian, RD Tarsi mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti tingginya angka perantauan yang berdampak pada kehidupan keluarga, keterbatasan infrastruktur jalan menuju stasi, serta minimnya sarana ibadah.
Ia menjelaskan, dari 14 stasi yang berada di wilayah paroki, baru empat stasi memiliki kapela. Karena itu, pembangunan rumah ibadah di stasi menjadi salah satu prioritas pastoral dalam lima tahun mendatang.
Selain memperkuat tata kelola pastoral sesuai Statuta Keuskupan, pihaknya juga menargetkan penguatan iman keluarga, peningkatan pendidikan iman, pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pewartaan Injil, pembangunan kapela di stasi, perhatian terhadap kaum muda, serta memastikan seluruh umat memperoleh pelayanan Gereja.
“Kalau keluarga kuat dalam iman, maka paroki akan kuat. Tetapi kalau keluarga rapuh, maka Gereja, sekolah, dan masyarakat pun akan ikut goyah,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Paroki Santo Antonius Padua Ri’i atas perayaan pesta emas tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Manggarai, saya mengucapkan selamat merayakan Pesta Emas Paroki Santo Antonius Padua Ri’i. Lima puluh tahun merupakan perjalanan yang panjang dan penuh berkat. Semoga semangat kebersamaan, gotong royong, dan pelayanan yang telah diwariskan para pendahulu terus dipelihara untuk membangun Gereja dan masyarakat yang semakin maju,” ujar Bupati Hery.
Menurut dia, Gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial. Karena itu, sinergi antara pemerintah, Gereja, dan masyarakat perlu terus diperkuat guna mewujudkan pembangunan Kabupaten Manggarai yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan.
Menanggapi harapan Pastor Paroki terkait pembangunan kapela di sejumlah stasi, Bupati Hery menyatakan Pemerintah Kabupaten Manggarai akan terus memberikan dukungan sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki.
“Yang terpenting adalah semangat kebersamaan tetap terjaga. Jika pemerintah, Gereja, dan umat berjalan bersama, saya yakin kebutuhan pelayanan, termasuk pembangunan kapela di stasi-stasi yang belum memilikinya, dapat diwujudkan secara bertahap,” ujarnya.
Usai Perayaan Ekaristi, rangkaian Pesta Emas dilanjutkan dengan ramah tamah dan atraksi budaya yang melibatkan umat dari seluruh wilayah paroki. Perayaan tersebut menjadi penanda 50 tahun perjalanan Paroki Santo Antonius Padua Ri’i sekaligus momentum memperkuat pelayanan, persaudaraan, dan karya nyata Gereja bagi masyarakat Manggarai.
Penulis: Isno Baco

