Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Camat Welak Prioritaskan Penanganan ODGJ
Regional NTT

Camat Welak Prioritaskan Penanganan ODGJ

By Redaksi29 Juli 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Camat Welak, Heribertus Manggas saat mengunjungi salah satu ODGJ di Desa Watu Umpu, Kecamatan Welak Kabupaten Manggarai Barat, Rabu, 29 Juli 2026
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Heribertus Manggas menjadikan penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan penyandang disabilitas sebagai salah satu prioritas sejak dilantik sebagai Camat Welak oleh Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi pada 1 Oktober 2025.

Langkah itu dilakukan dengan mendata kelompok rentan sekaligus mengunjungi mereka secara langsung di 16 desa di wilayah Kecamatan Welak.

Heribertus mengatakan komitmen tersebut berangkat dari pesan Bupati Edistasius Endi saat pelantikan yang menekankan agar setiap pejabat baru mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan di wilayah kerjanya.

Sebagai putra asli Kecamatan Welak, Heribertus mengaku menyadari tanggung jawab yang diembannya sehingga memilih memberi perhatian khusus kepada kelompok masyarakat rentan, terutama ODGJ dan penyandang disabilitas.

Sejak mulai bertugas, pria kelahiran Kampung Nampong, Dusun Bola, Desa Racang, 24 Agustus 1982 itu mendata seluruh ODGJ dan penyandang disabilitas di wilayahnya. Di sela menjalankan tugas pemerintahan, ia juga rutin mengunjungi mereka untuk memberikan dukungan moral sekaligus bantuan sesuai kemampuan pribadinya.

“Selain masyarakat kurang mampu, saya pikir kepedulian terhadap kaum rentan harus menjadi prioritas, walaupun sedang dalam keterbatasan,” ujar Heribertus kepada VoxNtt.com, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurut dia, perhatian terhadap kelompok rentan akan terus menjadi agenda yang diperjuangkannya, termasuk dengan menyampaikan kondisi mereka kepada pemerintah kabupaten.

“Saya sangat peduli dan terpanggil. Saya mau ODGJ di Welak dapat perhatian Pemerintah Kecamatan dan akan menjadi atensi saya untuk disampaikan ke tingkat kabupaten,” tegas dia.

Heribertus menyebutkan, berdasarkan pendataan pemerintah kecamatan, saat ini terdapat 81 ODGJ di Kecamatan Welak. Seluruhnya telah memperoleh pelayanan pengobatan dari puskesmas. Namun, di wilayah kerja Puskesmas Orong masih terdapat empat ODGJ yang dipasung dan tiga lainnya dikurung.

Meski menggunakan dana pribadi, Heribertus tetap berkomitmen mengunjungi seluruh pasien ODGJ yang tersebar di 16 desa.

Pada Rabu, 29 Juli 2026, misalnya, ia mengunjungi tiga pasien ODGJ di Desa Watu Umpu, yakni SM (57), seorang janda tanpa anak yang suaminya telah meninggal dunia, serta EAJ (19) dan LR (40) yang tinggal bersama orang tua mereka.

Dalam kunjungan itu, Heribertus membawa bantuan berupa tiga dus mi instan, telur, minyak goreng, sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, dan biskuit untuk masing-masing pasien.

“Mungkin ini tidak seberapa tapi saya berusaha untuk tetap memberikan apa yang saya mampu untuk pasien ODGJ,” kata dia.

Ia menegaskan kegiatan tersebut akan terus dilakukan hingga menjangkau seluruh wilayah Kecamatan Welak.

“Selama ini saya konsen di Welak bagian selatan dan sekarang geser ke Welak Utara mulai di desa watu Umpu dan giat ini merupakan konsen saya,” tegasnya.

Heribertus berharap perhatian sederhana yang diberikan dapat membantu mempercepat pemulihan para pasien ODGJ sehingga mereka dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.

Penulis: Sello Jome

Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleKejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

Related Posts

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026

Ribuan Umat Hadiri Puncak Pesta Emas Paroki Santo Antonius Padua Ri’i, Pastor Ajak Perbarui Komitmen Iman

28 Juli 2026

Proyek Hotmix Watu Cie-Deno Senilai Rp14 Miliar Diduga Gunakan Material Ilegal, Kontraktor dan Dinas PUPR Bungkam

28 Juli 2026
Terkini

Camat Welak Prioritaskan Penanganan ODGJ

29 Juli 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026

Ribuan Umat Hadiri Puncak Pesta Emas Paroki Santo Antonius Padua Ri’i, Pastor Ajak Perbarui Komitmen Iman

28 Juli 2026

Proyek Hotmix Watu Cie-Deno Senilai Rp14 Miliar Diduga Gunakan Material Ilegal, Kontraktor dan Dinas PUPR Bungkam

28 Juli 2026

Peringati Hari Anak Nasional, Yayasan TKK Fransiskus Assisi Karot Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan

28 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.