Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Kepala Bapanas Pastikan Beras Pengungsi NTT Aman
Pojok Info

Kepala Bapanas Pastikan Beras Pengungsi NTT Aman

By Redaksi20 Agustus 20264 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberikan keterangan pers (Foto: H0)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengambil langkah cepat dengan membawa langsung bantuan pangan untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami turut berdukacita sedalam-dalamnya atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di NTT. Kami datang atas perintah Bapak Presiden untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan memastikan pangan masyarakat yang terdampak bencana terjamin,” ujar Amran di Manggarai pada Rabu, 19 Agustus 2026

Amran menegaskan, pemerintah tidak akan menunggu proses administrasi apabila masyarakat membutuhkan beras dalam kondisi darurat. Menurutnya, kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda.

“Kalau ada yang membutuhkan beras, langsung dikirim. Tidak perlu menunggu surat dari Jakarta. Administrasinya menyusul. Karena makan itu tidak bisa ditunda,” tegasnya.

Langkah cepat tersebut telah dilakukan pemerintah sejak hari pertama terjadinya bencana. Amran menyebut, pada saat kejadian yang berlangsung pada hari Sabtu, dirinya langsung berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk mengirimkan beras ke wilayah terdampak.

“Hari itu juga kami langsung meminta kepada Bulog. Dirut Bulog kami hubungi, kami minta beras dikirim. Malam itu juga kami tanda tangan. Sampai hari ini kurang lebih 6.000 ton sudah kami siapkan untuk masyarakat yang terdampak bencana,” jelas Amran.

Ia menegaskan, pemerintah akan memenuhi kebutuhan beras masyarakat terdampak sesuai kebutuhan di lapangan. Untuk Kabupaten Manggarai, misalnya, pada hari ini telah disalurkan sebanyak 15 ton beras, sementara kebutuhan selanjutnya akan dipenuhi berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian.

Lebih lanjut, Amran memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras di NTT. Berdasarkan data pemerintah, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersedia di wilayah NTT mencapai sekitar 39 ribu ton.

Sementara itu, berdasarkan perhitungan pemerintah, jumlah masyarakat yang mengungsi akibat bencana mencapai sekitar 34.600 orang, dengan kebutuhan beras diperkirakan sekitar 300 ton per bulan.

Dengan kondisi tersebut, stok beras yang tersedia di NTT dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi dalam jangka panjang.

“Kekuatan beras kita di sini 39 ribu ton. Sedangkan seluruh pengungsi sekitar 34.600 orang, kebutuhan berasnya sekitar 300 ton per bulan. Jadi stok kita yang ada di sini cukup untuk satu tahun bahkan lebih. Tidak ada masalah,” kata Amran.

Amran pun meminta pemerintah daerah tidak ragu mengambil beras yang tersedia apabila masyarakat membutuhkan. Pemerintah pusat memastikan kebutuhan tersebut akan dipenuhi melalui mekanisme bantuan pangan dan Cadangan Beras Pemerintah.

“Bapak Ibu tenang. Kalau membutuhkan beras, langsung ambil dan salurkan kepada masyarakat. Kami yang bertanggung jawab. Tanda tangan dan administrasinya menyusul, karena yang paling penting masyarakat tidak kekurangan makanan,” katanya.

Pemerintah juga memastikan distribusi pangan akan dilakukan dengan berbagai cara, termasuk apabila terdapat kendala akses transportasi menuju lokasi terdampak.

Amran meminta jajaran pemerintah daerah dan tim Bapanas di lapangan memastikan tidak ada masyarakat terdampak yang luput dari bantuan pangan.

“Apapun caranya, yang jelas tidak boleh ada yang tidak kebagian bantuan atau kelaparan. Itu tidak boleh. Kalau aksesnya sulit, kita lakukan melalui darat, laut, bahkan udara. Semua cara akan kita lakukan,” tegasnya.

Untuk memastikan kelancaran penyaluran, tim Bapanas telah berada di lapangan dan melakukan pemantauan secara langsung. Posko juga disiapkan untuk melayani kebutuhan pangan masyarakat selama 24 jam.

“Tim kami ada di sini dan akan terus memantau. Posko bekerja 24 jam untuk memastikan pangannya, khususnya beras, terjamin. Kapan saja masyarakat membutuhkan, tidak perlu menunggu bulan berikutnya. Kalau habis, laporkan, kami siapkan lagi,” ujar Amran.

Selain beras, pemerintah juga siap mendukung kebutuhan pangan lainnya, termasuk minyak goreng dan mi instan, sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Namun demikian, Amran menekankan beras menjadi prioritas utama karena merupakan pangan pokok masyarakat.

“Ada minyak goreng, ada mi instan, kita siap. Tetapi yang paling penting adalah beras, karena itu makanan pokok dan tidak boleh ditunda,” katanya.

Amran menegaskan pemerintah akan terus memantau perkembangan kondisi di NTT, termasuk kebutuhan pangan di sejumlah wilayah yang masih mengalami kendala distribusi.

“Kami akan pantau terus. Tim kami ada di sini untuk menjaga dan memastikan pangan, khususnya beras, terjamin. Tidak boleh ada saudara kita yang mengungsi kekurangan pangan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa duka masyarakat NTT merupakan duka seluruh masyarakat Indonesia. Pemerintah akan terus hadir bersama masyarakat dalam menghadapi situasi bencana.

“Duka saudara-saudara kita di NTT adalah duka kita semua. Insyaallah pemerintah akan terus hadir. Kita berdoa mudah-mudahan tidak terjadi lagi gempa susulan dan masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan,” pungkas Amran.

Penulis: Sello Jome

Andi Amran Sulaiman Gempa Bumi Menteri Pertanian
Previous ArticleMenteri Pertanian Salurkan 8 Truk Beras untuk Pengungsi Gempa di Reok

Related Posts

Menteri Pertanian Salurkan 8 Truk Beras untuk Pengungsi Gempa di Reok

20 Agustus 2026

Pimpinan DPD RI Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Flores

19 Agustus 2026

Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Peduli Gempa Flores NTT

19 Agustus 2026
Terkini

Kepala Bapanas Pastikan Beras Pengungsi NTT Aman

20 Agustus 2026

Menteri Pertanian Salurkan 8 Truk Beras untuk Pengungsi Gempa di Reok

20 Agustus 2026

Pimpinan DPD RI Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Flores

19 Agustus 2026

Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Peduli Gempa Flores NTT

19 Agustus 2026

Bantuan Gempa untuk Warga Kampung Mendo Hanya Setengah Kilogram Beras

19 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.