Ruteng, VoxNTT.com – Bencana alam tidak pernah memberi tanda saat datang, meninggalkan jejak ketakutan, reruntuhan, dan duka yang mendalam.
Di tanah Manggarai, Nusa Tenggara Timur, duka itu menyelimuti warga di Kecamatan Rahong Utara setelah guncangan gempa bumi meretakkan dinding-dinding rumah dan memaksa banyak keluarga kehilangan tempat bernaung.
Di tengah masa-masa sulit pascabencana, ketika kecemasan akan masa depan membayangi, sebuah aksi kepedulian hadir membawa angin segar dan harapan baru bagi masyarakat terdampak.
Sebagai bentuk empati dan aksi nyata bagi sesama, Anggota DPR RI sekaligus Waketum Partai Demokrat, Benny Kabur Harman (BKH), berkolaborasi dengan Anggota DPD RI dr. Stevi Harman melangkah bersama menyalurkan 200 paket bantuan sembako.
Aksi kemanusiaan yang berlangsung selama dua hari, mulai Rabu hingga Kamis, hadir memecah kesunyian di kawasan yang sedang berjuang untuk bangkit kembali dari dampak musibah ini.
Penyaluran logistik tanggap darurat ini menjangkau tujuh desa yang mengalami dampak cukup parah di Kecamatan Rahong Utara.
Wilayah penyaluran meliputi Desa Golo Langkok, Desa Compang Dari, Desa Benteng Tini, Desa Manong, Desa Wae Mantang, Desa Bangka Ruang, dan Desa Dimpong
Setiap lintasan jalan yang ditempuh menuju desa-desa tersebut memperlihatkan kondisi warga yang harus bertahan di tengah keterbatasan.
Kehadiran tim relawan membawa paket bantuan menjadi salah satu penopang utama kebutuhan dasar mereka selama masa-masa krisis.
Bantuan yang disalurkan bukan sekadar pembagian logistik berkala, melainkan sebuah respons tanggap darurat yang diprioritaskan bagi mereka yang mengalami dampak paling parah.
Benny Kabur Harman menegaskan bahwa sasaran utama dari gerakan sosial ini adalah keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat dan harus mengungsi.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada korban terdampak gempa, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat sehingga harus mengungsi. Paket sembako ini tidak seperti bantuan sosial biasa yang didistribusikan ke setiap KK, melainkan difokuskan untuk tanggap darurat bagi mereka yang benar-benar kehilangan rumah,” ujar BKH.
Fokus yang terarah ini memastikan bahwa bantuan yang terbatas dapat menyasar warga yang sedang berada dalam titik tersulit, mereka yang tidak lagi memiliki atap untuk berlindung dan sangat bergantung pada uluran tangan sesama.
Senada dengan semangat tersebut, Anggota DPD RI dr. Stevi Harman menyoroti pentingnya pemerataan bantuan di wilayah terdampak.
Banyaknya titik bencana sering kali membuat distribusi logistik menjadi tidak merata, meninggalkan beberapa posko pengungsian atau kelompok masyarakat tanpa kepastian pasokan pangan.
“Kami hadir untuk warga terdampak gempa yang belum sama sekali tersentuh bantuan. Mereka memang sangat membutuhkan dukungan logistik sembako untuk masa tanggap darurat, terutama yang saat ini kehilangan hunian,” kata dr. Stevi.
Langkah ini menjadi jembatan bagi penyintas gempa di pelosok Rahong Utara untuk mendapatkan hak dasar mereka di masa kritis, sekaligus memberikan kepastian bahwa mereka tidak sendirian menghadapi ujian ini.
Kedatangan bantuan disambut dengan kehangatan dan rasa haru oleh warga di tujuh desa penerima. Di balik senyum tipis dan jabat tangan yang erat dari para warga, tersimpan rasa syukur yang mendalam atas perhatian yang diberikan di tengah situasi yang begitu berat.
Aksi sosial ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan gotong royong senantiasa hidup di saat-saat paling gelap.
Lebih dari sekadar paket sembako, bantuan ini membawa pesan moral yang kuat, bahwa di atas puing-puing bangunan yang runtuh, harapan dan semangat untuk bangkit kembali akan selalu bisa dibangun bersama.
Penulis: Herry Mandela

