Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa
Pojok Info

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

By Redaksi3 September 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Siprianus Edi Hardum
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Dosen Fakultas Hukum Universitas Tama Jagakarsa, Jakarta, Edi Hardum, meminta para kepala daerah di Flores, terutama wilayah yang terdampak gempa, mempercayakan penyaluran bantuan bencana kepada camat, kepala desa, serta jajaran mereka.

Menurut Edi, pelibatan aparatur di tingkat kecamatan dan desa penting agar bantuan dari pemerintah pusat maupun pihak lain dapat dibagikan secara merata kepada masyarakat terdampak.

“Para bupati dan istri mereka jangan monopoli masuk kampung-kampung bagi bantuan,” kata Edi dalam keterangan yang diterima VoxNtt.com, Kamis, 3 September 2026.

Edi juga meminta kepala daerah tidak menjadikan penyaluran bantuan bencana sebagai sarana mencari popularitas.

Ia menilai distribusi bantuan semestinya dilakukan dengan mengutamakan kebutuhan masyarakat terdampak.

Edi meminta bupati dan istrinya menghindari upaya mencari popularitas melalui penyaluran bantuan bencana.

Ia juga mengingatkan agar bantuan tidak dimonopoli dengan alasan untuk menebus kesalahan atau dosa.

“Bupati dan istri boleh juga bagi bantuan tapi jangan monopoli,” tegasnya.

Selain camat dan kepala desa, Edi meminta kepala daerah melibatkan anggota DPRD dalam penyaluran bantuan.

Menurut dia, anggota DPRD juga memiliki akses untuk menjangkau masyarakat hingga ke kampung-kampung.

Edi juga mengingatkan agar penyaluran bantuan tidak dibatasi oleh kepentingan politik, termasuk perbedaan partai politik.

“Dalam bagi bantuan stop pembatasan atau sekat- sekat karena politik terutama karena parpol berbeda. Para bupati harus sebagai koordinator yang bijaksana.” [VoN]

Edi Hardum Gempa Gempa Flores
Previous ArticleBrimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

Related Posts

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
Terkini

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.