Borong, VoxNTT.com – Keluarga almarhumah Selviana Tijung, ibu hamil asal Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, mengadukan kasus kematiannya ke DPRD Manggarai Timur.
Perwakilan keluarga, Salesius Janu, mengatakan pengaduan resmi tersebut telah disampaikan kepada DPRD Manggarai Timur pada Jumat, 4 September 2026.
“Saya sudah antar surat pengaduan resmi ke lembaga DPRD Matim pada Jumat kemarin. Saya yang tanda tangan sebagai perwakilan keluarga,” kata Salesius kepada VoxNtt.com, Minggu sore.
Dalam pengaduan tersebut, keluarga meminta DPRD Manggarai Timur menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan pihak RSUD Borong dan Dinas Kesehatan Manggarai Timur.
“Tujuannya agar persoalan ini dibuka secara terang benderang. Karena DPRD punya fungsi pengawasan, makanya kita minta secara lembaga untuk memanggil RSUD Borong untuk bahas ini secara terbuka,” katanya.
Salesius mengatakan pengaduan itu juga bertujuan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Borong.
“Misi saya adalah kemanusiaan. Tidak boleh ada lagi masyarakat Matim yang jadi korban karena tidak ada evaluasi pelayanan di RSUD Borong,” ujar dia.
VoxNtt.com telah mengonfirmasi pimpinan DPRD Manggarai Timur terkait pengaduan tersebut, tetapi belum mendapat respons.
Informasi yang diperoleh VoxNtt.com dari internal DPRD Manggarai Timur menyebutkan lembaga legislatif itu akan membahas pengaduan keluarga secara internal pada Senin, 7 September 2026. Hasil pembahasan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan pelaksanaan RDPU.
Kasus kematian Selviana Tijung, ibu hamil yang juga merupakan korban gempa asal Desa Satar Punda Barat, masih menjadi sorotan. Selviana meninggal setelah menjalani operasi caesar di RSUD Borong.
Pihak RSUD Borong sebelumnya membantah adanya penundaan penanganan terhadap Selviana. Humas RSUD Borong, Mariana M. Galis, mengatakan tindakan medis yang diberikan kepada pasien merupakan rangkaian penanganan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan klinis pasien.
“Menurut kami penanganan medis sudah sesuai, di mana rangkaian penanganan pada pasien mulai dari masuk sudah sesuai standar prosedur operasional bagian obstetri ginekologi, kemudian sesuai SOP juga sesuai pada pelayanan anestesi yang berlaku di RSUD Borong,” jelas Maria saat konferensi pers yang juga dihadiri Direktur, dr. Obgyn dan dr. Anastesi dan pada Senin siang.
Kontributor: Nansi Taris

