Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ratusan Anak di Desa Aeramo Terima Komuni Pertama
Regional NTT

Ratusan Anak di Desa Aeramo Terima Komuni Pertama

By Redaksi18 Juni 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salvatores Serapion Kaju, peserta komuni pertama
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT– Kurang lebih 156 anak di wilayah Paroki Yesus Kerahiman Ilahi‎ Aeramo di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo menerima sakramen komuni pertama, Minggu (18/6/2017).

Anak-anak yang saat ini sedang duduk di kelas IV dan V Sekolah Dasar (SD) itu menerima sakramen ketiga dari 7 sakramen katolik atau komuni pertama dipimpin Pastor Kapelan Aeramo, Pastor Yornes, OFM.

Pastor Yornes dalam kotbahnya mengatakan, pada saat menerima komuni Tuhan hadir secara rohani.

Menurutnya, umat katolik percaya bahwa penerimaan tubuh dan darah Kristus saat komuni menjadi daya ilahi yang memberi kekuatan hidup pada diri masing-masing individu.

Salah satu peserta komuni pertama, Salvatores Serapion Kaju mengaku, bangga karena telah menerima tubuh dan darah Kristus.

Salto merasa terharu karena pada saat hari yang berharga itu, ia tidak didampingi ayahnya, berhubung telah meninggal tahun 2016 lalu.

“Bapak saya meninggal saya masih berumur enam bulan. Saya hari ini merasa bercampur aduh dalam batin saya,” katanya.

“Karena saya lihat teman-teman saya ada damping ayah, tetapi saya tidak didamping ayah saya. Tetapi bapak kecil saya yang mendampingi saya. saat saya melihat anak-anak lain bahagia sekali. Itu yang saya merasa sedih sekali. Tetapi saya yakin ayah masih bersama saya di hari ini,” ujar Salto sambil menangis. (Arkadius Togo/VoN)

Nagekeo
Previous ArticleGara-gara Pajak, Ronaldo Segera Tinggalkan Real Madrid
Next Article Dua Tahun Tak Dirawat, Kolam Pemandian Benkoko TTU Dipenuhi Rumput Liar

Related Posts

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.