Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Mendes PDTT Ajak Kepala Desa Hasilkan 1 Produk Unggulan Khas Desa
NASIONAL

Mendes PDTT Ajak Kepala Desa Hasilkan 1 Produk Unggulan Khas Desa

By Redaksi18 Oktober 20161 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

VoxNtt.com-Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengkampanyekan Program 1 Village 1 Product untuk meningkatkan taraf ekonomi perdesaan.

“Program yang bertumpu pada bidang kewirausahaan tersebut mengajak setiap desa untuk fokus dalam pengelolaan satu produk unggulan dari setiap desa” kata Eko.

Kampanye yang dicanangkan Mendes PDTT tersebut merupakan bagian dari program nasional pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan.

Menteri Eko Putro Sandjojo menyebutkan dana desa yang digulirkan pemerintah pada 2016 mencapai Rp46,9 triliun.

Karena itu, katanya lagi, Kemendes PDTT berharap dana desa yang digulirkan tahun ini diprioritaskan untuk pembentukan badan usaha milik desa atau BUMDes.

Ia menyatakan keberadaan BUMDes akan sangat membantu dalam meningkatkan taraf perekonomian desa dan perwujudan Program 1 Village 1 Product.

“Selain berfungsi sebagai penyalur pangan atau produk khas desa, BUMDes itu juga berfungsi sebagai pengendali harga dan penyedia sarana pascapanen,” kata Eko seperti dikutip antaranews.com, Selasa (18/10).

Menurutnya, saat ini dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat makin besar nilainya, sehingga kalau hanya dipakai untuk pembangunan infrastruktur akan berhenti di situ.

Tapi, apabila digunakan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti pembentukan BUMDes dampaknya untuk menumbuhkan perekonomian desa menjadi lebih besar.

Previous ArticleDugaan Konspirasi Raskin, Polres Mabar Grebek Toko Maha Putra di Labuan Bajo
Next Article Depan Pastor, Lima Desa di Cibal Ikrar Pilkades Damai

Related Posts

Anggota DPRD Manggarai Desak Inspektorat Periksa Proyek Kantor Desa Legu yang Mangkrak 17 Tahun

11 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026

420 Warga Tengki Seribu Minta Natalius Pigai Turun Tangan Awasi Pemenuhan HAM di Lokasi Relokasi

9 Juni 2026
Terkini

Sensus Ekonomi 2026: Mengapa Kita di NTT Tidak Boleh Asal Memberi Jawaban?

13 Juni 2026

Muskab PBVSI Sikka Tetapkan Rofinus Luer sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

13 Juni 2026

Hati Tak Bernoda: Istana Kasih dan Bait Allah Penemuan Diri

13 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.