Oleh: Rm. Inosensius Sutam
(Sabtu MB X, 13 Juni 2026, Tahun A; Yes 61:9-11; 1Sam 2:4-5. 6-7.8abcd; Luk 2:41-51)
Alam menyimpan semua perkara nafsu manusia pada kedalaman hatinya yang robek oleh hati manusia yang nafsu bernoda. Hati yang bernoda oleh nafsu sering mencari perhiasan, pakaian, sukaria, kemuliaan dan popularitas dengan merobek alam. Alam kehilangan keindahannya. Dalam kepalsuan, ia seolah-olah diberkati Tuhan. Istana yang dibangun dari materi mahal dari alam seolah-olah Bait Allah. Dengan kekayaannya, alim ulama diam. Dunia terkutuk. Karena dengan tindakannya, bumi akhirnya tidak memancarkan tumbuh-tumbuhan. Kebun kering tidak menumbuhkan karena perubahan iklim. Mari menumbuhkan hati tak bernoda yang membangun Bait Allah suci di tengah alam asri. Di sana Yesus ditemukan.
1
Hati Tak Bernoda Sta. Perawan Maria
Setelah kemarin kita merayakan Hati yang Mahakudus Tuhan Yesus. Hari ini kita merayakan Hati Tak Bernoda Sta. Perawan Maria. Bacaan hari berfokus pada hati yang tulus dan kudus.
2
Hati yang Berbahagia: Diberkati, Terkenal, Bertumbuh
Dalam bacaan pertama, (a) Nabi Yesaya meramalkan umat Israel menjadi terkenal yang bersumber pada berkat Tuhan. (b) Hati mereka akan bersukaria dan bersorak, karena kepada mereka, Tuhan mengenakan (i) pakaian keselamatan dan (ii) jubah kebenaran.
3
(c) hatinya berbahagia dan mengalami kemuliaan seperti (i) pengantin pria yang mengenakan hiasan kepala; (ii) pengantin wanita yang mengenakan perhiasannya. (d) mereka seperti bumi yang memancarkan tumbuhan dan kebun yang menumbuhkan benih.
4
Hati Ibu yang Cemas, Sabar Mencari, dan Berdialog dengan Anak
Injil mengisahkan tentang Yesus yang memasuki masa remaja hilang. (a) sebagai orang tua yang baik, Maria dan Yosef mendidik Yesus secara religius dan adat-istiadat yang bagus. (b)Namnu keduanya percaya pada persangkaannya sendiri tanpa mengecek. (c) Setelah dicek dan dicari, Yesus ternyata tidak ada di antara sanak keluarganya. Orang tuanya takut dan cemas.
5
(d) Kembali ke Yerusalem dan dicari lagi selama tiga hari. Ternyata, Dia di Bait Allah. (e) Ia lagi bersoal-jawab dengan para alim ulama. Ia menunjukkan kecerdasanNya (f) IbuNya tentu ingin mengetahui mengapa Ia membuat mereka cemas. (g) JawabanNya mengejutkan: (i) mengapa mereka mencariNya. Mereka harus tahu bahwa Ia harus berada di rumah BapaNya. (h) Ia pulang bersama mereka dan dibesarkan dalam asuhan mereka. (i) Maria menyimpan perkara itu dalam hati.
6
Hati Tak Bernoda di Tengah Bait Alam yang Rusak
Pesan bacaan hari ini….
Pertama, hati yang kudus tak bernoda selalu lapang dipenuhi iman. Tanpa kelapangan hati dan tanpa iman hidup menjadi sebuah beban. Dalam iman berhati lapang, hidup adalah sebuah nyanyian kegembiraan dalam kecemasan dan ketakutan. Karena yakin semua kecemasan dan beban akan menjadi mahkota dan perhiasan pengantin dan menjadi pupuk yang menyuburkan benih dan pohon kehidupan yang menghasilkan panen limpah. Popularitas, kesuksesan, hati yang bersorak sukaria bahagia selalu berakar pada Allah. Kidung nyanyian kegembiraan Yesaya menjadi inspirasi kidung Maria. Ini adalah nyanyian iman yang datang dari hati tulus dan lapang.
7
Kedua, kecemasan, ketakutan, dan kehilangan sering bagi orang lain menjadi penemuan diri, panggilan hidup tanpa bayangan orang lain, dan penemuan tempat di mana seharusnya dia berada. Maria dan Yosef kehilangan Yesus, Yesus menemukan rumah BapaNya, dan menemukan apa seharusnya dikerjakan. Maria tidak mengerti tetapi membangun dialog yang menumbuhkan dan dengan sabar menyimpan perkara itu dalam hatinya yang tidak bernoda seperti Bait Allah kudus dan istana kemuliaan.
8
Ketiga, dimensi ekologis bacaan hari ini adalah bangsa, jubah, pakaian, hiasan kepala, bumi, tumbuh-tumbuhan, benih. Alam itu luas dan lapang. Ia menyimpan semua perkara manusia dalam kedalaman hatinya yang robek oleh hati manusia yang bernoda. Hati yang bernoda oleh nafsu sering mencari perhiasan, pakaian, sukaria, kemuliaan dan popularitas dengan merobek alam. Alam kehilangan keindahannya. Dalam kepalsuan, ia seolah-olah diberkati Tuhan. Istana yang dibangun dari materi mahal dari alam seolah-olah Bait Allah. Dengan kekayaan alim ulama diam. Dunia terkutuk. Karena dengan tindakannya, bumi akhirnya tidak memancarkan tumbuh-tumbuhan. Kebun kering tidak menumbuhkan karena perubahan iklim. Mari membangun hati tak bernoda yang membangun Bait Allah suci di tengah alam asri. Di sana Yesus ditemukan.

