Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur
NTT NEWS

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

By Redaksi12 Juni 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga gotong motor saat melintas di kali Wae Musur, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT.com – Crosway Wae Musur Hilir di Kabupaten Manggarai Timur yang jebol akibat bencana pada 13 Mei 2026 hingga kini belum mendapat penanganan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. Kondisi tersebut menyebabkan akses transportasi bagi warga di tiga desa di seberang Sungai Wae Musur masih terganggu.

Sehari setelah infrastruktur tersebut jebol, Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur, bersama sejumlah pejabat terkait meninjau lokasi. Saat itu, pemerintah daerah menyatakan akan segera mengambil langkah darurat agar tiga desa di wilayah tersebut tidak terisolasi.

Namun, hingga Kamis, 11 Juni 2026, atau hampir satu bulan setelah kejadian, bagian crosway yang rusak belum juga diperbaiki. Warga setempat akhirnya membangun titian kayu secara swadaya agar kendaraan roda dua masih dapat melintas menuju Borong maupun ibu kota Kecamatan Rana Mese.

“Itu hari katanya akan ada penanganan darurat jika cuaca mendukung. Sekarang sudah dua minggu tidak hujan, tetapi tidak penanganan crosway Wae Musur yang jebol ini,” ungkap Tadeus, warga di seberang Wae Musur, saat dihubungi VoxNtt.com, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurut Tadeus, crosway tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat dari tiga desa di wilayah seberang sungai karena digunakan untuk berbagai aktivitas penting.

“Mau ke rumah sakit lewat itu crosway. Begitu pula saat ada urusan di kantor camat dan di Lehong. Mau jual hasil komoditi juga lewat itu crosway,” katanya.

Ia menilai pemerintah daerah lamban dalam menangani kerusakan infrastruktur yang menjadi jalur utama mobilitas warga. Akibat kondisi tersebut, kendaraan roda empat masih belum dapat melintas, sementara akses hanya bisa digunakan oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Tadeus menjelaskan, sehari setelah bencana terjadi, warga bergotong royong membangun jembatan darurat dari kayu. Titian itu hanya dapat dilewati sepeda motor.

Pengguna kendaraan roda dua yang melintasi jembatan darurat tersebut dikenakan biaya Rp20 ribu setiap kali melintas.

“Satu kali lewat motor bayar Rp20 ribu. Kalau pergi pulang, jadi Rp40 ribu. Tinggal kali saja kalau setiap hari lewat pergi pulang ke wilayah di sebelah kali. Tidak ada pilihan lain. Daripada lewat dibawa air,” tutur dia.

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur segera melakukan penanganan darurat karena tiga desa di wilayah seberang Wae Musur masih mengalami keterbatasan akses transportasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur, Ferdinandus Mbembok mengatakan, proses penanganan darurat masih menunggu pencairan dana Belanja Tak Terduga (BTT) dari Badan Keuangan daerah.

“Mudah-mudahan tidak lewat dari minggu depan supya bisa cepat ditangani,” kata Mbembok saat dikonfirmasi, Kamis sore.

Menurut Mbembok, dana BTT tersebut akan digunakan untuk penanganan darurat pada bagian crosway yang jebol agar akses masyarakat dapat kembali normal dalam waktu dekat.

Kontributor: Nansi Taris

Dinas PUPR Matim Manggarai Timur Matim Wae Musur
Previous ArticleTak Diunggulkan, Fastpay FC Melaju ke Perempat Final Turnamen Futsal Mbay I
Next Article Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

Related Posts

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026
Terkini

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.