Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Di Nagekeo Banyak Kontraktor Bermasalah Tetapi Masih Diberi Proyek
Regional NTT

Di Nagekeo Banyak Kontraktor Bermasalah Tetapi Masih Diberi Proyek

By Redaksi2 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Situasi sidang Panja LHP BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Ngagekeo tahun 2016 di ruang sidang utama DPRD Nagekeo, Rabu (2/8/2017).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Anggota DPRD Nagekeo, Silvester Yewa menyatakan ada banyak kontraktor di kabupaten itu bermasalah dalam pekerjaan tetapi masih diberi proyek oleh pemerintah.

“Banyak kontraktor atau rekanan di Kabupaten Nagekeo yang bermasalah dalam pekerjaannya, tapi masih diberikan ruang untuk mendapatkan paket proyek bukan diberikan punishment (hukuman),” ujar Silvester Yewa pada sidang Panja LHP BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Ngagekeo tahun 2016 di ruang sidang utama DPRD Nagekeo, Rabu (2/8/2017).

Ia menilai‎ masih banyak kontraktor yang layak dan mampu menyelesaikan proyek, selain rekanan yang bermasalah sebelumnya.

Sil mengaku hal ini diusulkan karena sejumlah pekerjaan menghadapi masalah yang sama dari tahun ke tahun.

“Sebenarnya yang sudah ada masalah tidak boleh dikasih proyek. Bila perlu black list dia. Tapi di Nagekeo ini, tidak. Malah diberikan kepada kontraktor yang bermasalah, yang tidak bermasalah tidak diberikan proyek. Sebenarnya kontraktor yang berhasil harus diberikan penghargaan. Kalau seperti ini, Negara akan hancur,” tegasnya.

Karena itu, politisi PDI-Perjuangan itu meminta agar pelelangan proyek di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berjalan sesuai ketentuan. Berharap menggunakan kontraktor yang memenuhi kualifikasi dan tidak bermasalah sebelumnya.

Sil berharap pula agar kondisi itu menjadi perhatian kepala daerah, termasuk kepala OPD agar pekerjaan proyek pembangunan ke depan tak lagi bermasalah.‎ (Arkadius Togo/AA/VoN)

Nagekeo
Previous ArticleSoal Penimbunan BBM Bersubsidi, Kapolres Mabar dan Anak Buahnya Beda Jawaban
Next Article Video: Mobil Dalmas Polres Mabar Sedang Mengisi BBM Subsidi di SPBU Sernaru

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.