Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Buruh Proyek Bangunan Kantor Bupati Sikka Demo ke DPRD Sikka
NTT NEWS

Buruh Proyek Bangunan Kantor Bupati Sikka Demo ke DPRD Sikka

By Redaksi15 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
DIalog buruh Proyek Pembangunan Kantor Bupati Sikka dengan DPRD Sikka. (Foto: Are)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT –  Ratusan buruh yang bekerja di Proyek Pembangunan Kantor Bupati Sikka berdemonstrasi ke DPRD Sikka, Selasa (15/8/2018). 270 buruh yang terdiri atas tukang dan pembantu tukang tersebut memerotes kebijakan managemen PT. Palapa, selaku pelaksana proyek yang menurunkan upah mereka.

Juru bicara para buruh, Wihelmus Muliadi mengatakan, selama ini mereka bekerja dengan upah sebesar Rp 100.000 per hari untuk tukang dan upah pembantu tukang sebesar Rp 60.000 per hari, dengan jatah makan ditanggung oleh kontraktor.

Para buruh lantas menjadi berang lantaran pagi tadi mereka diberitahukan oleh Manager Proyek, Bimo bahwa akan ada penurunan upah.

“Upah tukang turun jadi Rp 70.000 per hari dan upah pembantu tukang turun menjadi Rp 40.000. Tidak ada jatah makan dalam lagi,” terang Wihelmus.

Para buruh tersebut telah bekerja sejak September 2017 lalu. Belakangan, setelah Idul Fitri kontraktor kembali mendatangkan 20-an pekerja dari Jawa. Para tukang baru tersebut khusus mengerjakan finishing.

Para buruh yang melakukan protes adalah buruh lokal. Mereka melakukan pekerjaan kasar. Para buruh bekerja selama 6 hari setiap minggu, dari jam 8 sampai dengan jam 4 sore.

Buruh lainnya, Melky mengaku selama ini tidak ada kesempakatan tertulis antara kontraktor dan para buruh. Melky mengaku selama ini pun sering terjadi keterlambatan pembayaran upah.

Biasanya mereka dibayar setiap akhir minggu. Akan tetapi, beberapa kali kontraktor mengulur pembayaran sampai dengan 3 minggu.

Para buruh tersebut diterima oleh Komisi 3 DPRD Sikka. Dialog dengan DPRD Sikka yang dipimpin oleh Ketua Komisi 3, Alfridus Aeng tersebut merekomendasikan agar Kontraktor dan Dinas PU Sikka dihadirkan. (Are De Peskim/VoN)

Sikka
Previous ArticleDilantik Camat Bola, HIMAKAB Komitmen Kawal Pembangunan
Next Article Polres Belu Musnahkan 1.585 Liter Miras

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.