Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Manatika, Olahraga Bela Diri Khas TTU
Seni dan Budaya

Manatika, Olahraga Bela Diri Khas TTU

By Redaksi21 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dua petarung manatika (mengenakan kain adat dan bertelanjang dada) tampak saling menyerang di atas panggung. (Foto:Eman) 
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Di atas panggung berukuran 8×4 meter itu, tampak Paulus Kapitan dan Rifna Bana, hanya mengenakan kain adat.

Dua petarung asal Kecamatan Miomafo Timur ini berusaha saling menyerang di bagian kaki lawan tandingnya.

Kedua pria tersebut berusaha saling menyerang dengan menggunakan kaki pada bagian lutut ke bawah serta pada paha lawan.

Apris Bana selaku wasit dalam pertandingan tersebut sesekali menghentikan pertandingan apabila salah satu petarung menyerang bagian tubuh lawan yang dilarang.

Bagian kemaluan,bokong serta bagian badan dan kepala merupakan area tubuh yang tidak boleh diserang lawan.

Sedangkan wasit yang memimpin pertandingan dijuluki dengan nama Apaot Mat Panat (menjaga dan melindungi).

Tugas wasit menjaga agar dua petarung Manatika tidak keluar dari arena atau ring tinju, melerai bila kedua petarung `terbawa emosi’ lalu lepas kendali.

Selain itu, wasit juga memberi peringatan keras kepada petarung bila melanggar larangan, seperti menendang pantat, kemaluan atau badan lawannya. Juga menghentikan pertarungan itu, bila salah satu petarung mengalami luka, pincang kakinya atau terjatuh dan tidak bias melanjutkan pertarungan.

Pertarungan dimenangkan oleh petarung yang berhasil menyerang tepat pada kaki lawan dan membuat sang lawan mengaku kalah.

Pertarungan antara 2 pria yang bertelanjang dada ini dilangsungkan dalam 3 ronde dengan durasi waktu per ronde 1 menit.

Olahraga ini dikenal dengan sebutan Manatika. Sejatinya merupakan olahraga beladiri tradisional masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) khususnya kecamatan Miomafo Timur.

Apris Bana, wasit pada pertarungan manatika tersebut saat diwawancarai Vox NTT usai pertandingan menjelaskan bahwa olahraga bela diri ini merupakan warisan leluhur yang perlu  dilestarikan keberadaannya.

Ia mengungkapkan bahwa pada zaman dahulu, tradisi manatika dipentaskan dalam setiap acara adat seperti pesta panen maupun acara adat lainnya.

Namun saat ini, tradisi manatika juga mulai dipentaskan pada perayaan HUT RI maupun hari besar lainnya.

“Di kampung saya, di desa Taekas biasanya setiap mau perayaan 17 Agustus pasti ada pertandingan manatika baik itu antar RT, bahkan antar desa di tingkat kecamatan” tutur Bana.

Ia berharap agar ke depannya pementasan tradisi manatika terus dapat digelar sehingga generasi penerus bangsa tidak melupakan budayanya sendiri.

Pertandingan bela diri tradisional ini digelar bersamaan dengan perlombaan tarian kreasi mery-mery yang diadakan di lapangan BTN, Desa Naiola Timur, Kecamatab Bikomi Selatan, Kabupaten TTU pada hari Minggu (20/08/2017) malam. (Eman/VoN).

TTU
Previous ArticleEditorial: Pemimpin NTT Tak Cukup Bermodal Senyum
Next Article Belum Ganti Rugi, Warga Silawan Ancam Tutup Jalan Negara ke Motaain

Related Posts

Gubernur NTT: Tenun Ikat Bukan Sekadar Kain, Melainkan Identitas Daerah

14 Desember 2025

Bundaran Patung Kristus Raja Kumba Disulap Menjadi Lebih Semarak dan Berkilau di Malam Hari

12 Desember 2025

Sanggar Budaya Manggarai Gelar Pentas Sae, Danding, dan Caci di Kota Kupang

6 Desember 2025
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.